PT KAI Buka Jalur Ambarawa-Jambu-Bedono

390
Pesona Indonesia
foto: pt kai
foto: pt kai

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka kembali jalur lama antara Stasiun Ambarawa-Jambu-Bedono.

“Zaman Belanda dulu, jalur kereta api ini untuk mengangkut tebu dan hasil bumi. Sekarang diaktivasi untuk Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Medan Merdeka Barat, 7 November 2016.

Ada yang istimewa dari aktivasi jalur kereta yang pernah dibangun oleh Belanda itu. Yakni jalur rel bergerigi di antara dua rel, pada tanjakan dan turunan tajam di jalur Jambu-Bedono. Panjangnya 5,6 kilometer, yang hanya ada di India, Swiss dan Indonesia saja.

“Jadi ini sangat unik. Kereta uapnya lama, jalurnya lama, stasiunnya lama, dan menjadi atraksi sejarah yang sangat menantang,” papar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

”Ini juga sangat baik untuk Pariwisata Indonesia dan menambah atraksi di destinasi Borobudur. Sudah sejak 27 Oktober 2016 jalur ini sudah dibuka. Jalur ini semula digunakan utk mengangkut hasil bumi. Untuk sekarang ini digunakan sebagai alternatif obyek wisata khusus menggunakan lokomotif uap,” ujar Anggota Pokja Percepatan 10 Destinasi, Borobudur Kementerian Pariwisata (Kemenpar),  Larasati Sedyaningsih, Senin (7/11).

Larasati mengatakan, jalur bergerigi itu kelihatan unik dan saat dioperasikan untuk mengerem manual, zaman itu sulit sekali ditemukan. Model kereta tradisional juga menjadi destinasi unik di San Fransisco, Amerika Serikat. Lokomotif yg digunakan jenis uap seri B 2502 yang dapat menarik dua gerbong kapasitas 80 orang.

“Jadi tambah satu rute lagi, selain rute Ambarawa-Tuntang,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya upaya sudah dilakukan PT KAI dengan membuka paket wisata kereta uap dari Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang menuju Stasiun Tuntang. Manager KAI Humasda 4 Semarang Edi Suswoyo mengatakan, pembukaan paket wisata demi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengoptimalkan hari liburnya.

”Semakin banyaknya atraksi di Jawa Tengah, maka potensi datangnya wisatawan ke Borobudur juga akan semakin baik,”ujar Edi.

Apalagi, imbuhnya, berwisata di Ambarawa juga sangat nikmat untuk dilakoni. Salah satunya adalah Museum Kereta Api Ambarawa. Di dalam museum terpanjang tersebut puluhan jenis lokomotif uap serta peralatan operasional lokomotif, misalnya karcis, baju, dan peluit peninggalan Belanda dan Jepang dari tahun 1800-an bisa dinikmati pengunjung.

Museum Ambarawa merupakan Stasiun Willem I yang berdiri pada tahun 1873. Di museum ini memuat koleksi lokomotif kuno. Salah satu daya tariknya adalah wisata naik kereta dengan lokomotif diesel maupun uap. Selain itu, untuk urusan kuliner, destinasi Joglo Semar (Jogjakarta, Solo dan Semarang) Borobudur juga punya makanan yang luar biasa nikmatnya.

”Warung Sehati Selera Pedas di desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur wajib didatangi. Menu utama adalah mangut kepala ikan beong, masakan khas tepian kali Progo. Kalau ke Borobudur, jangan lupa mampir ke wisata kuliner ini,” ujar Larasati berpromosi.

Selain itu, ada atraksi kuliner yang tidak kalah heboh. Ikan Beong, mirip lele atau ikan gabus yang besarnya luat biasa dan menjadi makanan gurih tiada tara. Ikan air tawar ukuran jumbo itu direndam dalam bumbu “ndeso” super pedas bikin Anda ngoceh “huh-hah” terus-terusan.

Nama beong mungkin asing di telinga sebagian orang. Ikan air tawar ini endemis di Kali Progo yang berhulu di sekitar Gunung Sindoro. Ikan beong bernama latin Mystus nemurus. Berwarna hitam, memiliki tiga patil, dan “kumis” melintang panjang khas ikan lele. Lucunya, ekornya mirip bandeng.

Kendati habitat aslinya di Sungai Progo, tidak banyak warung makan setempat menyajikan menu ikan beong sebagai andalan. Sebab, setelah populasinya menurun beberapa tahun terakhir, ikan ini banyak dibudidayakan dan dijual dengan harga cukup mahal di pasar-pasar.

Salah satu warung yang setia menyajikan menu langka ini adalah Warung Sehati Selera Pedas di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur.Warung ini berada sekitar 4 kilometer sebelah barat candi, tidak jauh dari jalan utama menuju Kecamatan Salaman, Magelang.

Satu arah menuju obyek wisata Bukit Rhema atau sering disebut Gereja Ayam, yang kini populer sejak muncul di film Ada Apa Dengan Cinta2? ***

Respon Anda?

komentar