TAPD Gesa RAPBD 2017 Rampung Akhir November

490
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Lingga, Ir H M Ishak MM mengatakan proses penyusunan dan pembahasan KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Plafon Penyusunan Anggaran Sementara) RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2017 di tingkat TAPD Pemkab Lingga terus berlangsung.

Dikatakannya, penyusunan KUA PPAS RAPBD tahun 2017 mempedomani perda RPJMD 2016-2021 dan juga perda SOTK yang baru disahkan.

“Untuk penyusunan draf RKA SOTK baru, mudah-mudahan dalam waktu dekat Bupati akan menunjuk SKPD dan gabungan beberapa SKPD yang sekarang ini untuk menyusunnya. Termasuk juga dalam proses vrifikasi dan pembahasan. KUA PPAS terus digesa,” ungkap Ishak kepada Batam Pos, Senin (7/11).

Hal tersebut disampaikan Ishak mengingat munculnya sejumlah dinas baru seperti Dinas Kebudayaan. Yang mau tidak mau perlu segera disusun draf RKA.

Untuk proses penggesaan pembahasan RAPBD 2017, rapat TAPD terus digesa baik dilakukan pada jam dinas maupun malam hari. Namun lanjut Ishak, pembahasan dan penyusunan kali ini memang tidak selancar seperti tahun-tahun lalu karena berada pada moment transisi kebijakan yang harus dipedomani.

“Dan ini tidak boleh dikatakan mudah. Asumsi pendapatan 2017 awalnya sudah dibahas untuk dimasukkan pada draf PPAS. Tapi baru-baru ini kita dapat info katanya besaran dana tranfer sepertiĀ  DBH, DAK dan DAU dari pusat 2017 sudah keluar. Seandainya angkanya sudah oke maka asumsi pendapatan yang semula sudah dibahas tentu harus dibahas kembali,” sambungnya.

Dilanjutkannya, setelah angka asumsi pendapatannya sudah clear, baru pada belanjanya harus di sesuaikan dengan RPJMD 2016- 2021. Yakni dalam RPJMD tersebut telah memuat visi misi kepala daerah denganĀ  segala program prioritasnya.

“Sehingga nanti penganggarannya money follow program, tidak lagi money follow function seperti tahun- tahun terdahulu,” kata Ishak.

Selain itu, menurut hemat Ishak karena RPJMD 2016-2021 perlu direvisi kembali. Mengingat SOTK baru sesuai arahan mendagri perlu disejalankan dengan program strategis daerah.

“Tapi TAPD tetap menargetkan akhir November 2016 bisa rampung,” katanya.

Sementara itu, Plt Sekda sekaligus ketua TAPD Said Parman mengatakan terkait penyusunan RKA pada SOTK baru juga tetap digesa. Karena pada penyusunan KUA PPAS RAPBD 2017 RKA SOTK baru telah sampai ke pemkab Lingga.

“Ya untuk SOTK baru RKA-nya sudah masuk di KUA PPAS RAPBD tahun 2017. Tetap kita gesa akhir November,”pungkasnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar