Terduga Provokator Demo Bela Islam II Dibekuk di Rumah Anggota DPD RI

856
Pesona Indonesia
Jajaran Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat menangkap Ismail Ibrahim (berkaus bertuliskan California) di rumah anggota DPD RI Basri Salama di Jalan Attahiriyah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/11) malam. Foto: Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya‎
Jajaran Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat menangkap Ismail Ibrahim (berkaus bertuliskan California) di rumah anggota DPD RI Basri Salama di Jalan Attahiriyah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/11) malam. Foto: Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya‎

batampos.co.id – Polda Metro Jaya berhasil menangkap Ismail Ibrahim (20), terduga provokator aksi demo Bela Islam II pada 4 November 2016 di depan Istana Negara yang diwarnai kericuhan di akhir aksi.

Ismail ditangkap saat asyik nonton televisi di rumah di rumah anggota DPD RI Basri Salama di Jalan Attahiriyah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/11/2016) malam. Basri merupakan senator asal Maluku Utara.

“Yang bersangkutan (Ismail, red) sedang menonton tivi. Dan kemudian saat ditangkap diamankan juga sejumlah barang bukti,” kata Kompol Buddy Towoliu, Kanit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, seperti dilansir JPNN, Selasa (9/11/2016).

Buddy menjelaskan, polisi saat menangkap Ismail juga menyita sejumlah atribut organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Antara lain satu kemeja berwarna hijau abu-abu bergaris, dua  bendera HMI,‎ satu topi warna hitam, satu tas warna abu-abu kehijauan, serta  satu sepatu warna  cokelat.

Buddy menjelaskan, Ismail berasal dari Tidore, Maluku Utara yang berkuliah di salah satu kampus di Jakarta Selatan. Selain itu, Ismail merupakan sosok aktivis kampus yang tergolong kerap terlibat dalam keorganisasian.

Kini barang bukti sekaligus terduga provokator itu sudah diamankan di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan. ”Sekarang kami masih lakukan penyidikan lebih lanjut mengenai profil yang bersangkutan,” tandas Buddy.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan menambahkan, Ismail diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkistis sehingga menimbulkan kericuhan dalam aksi yang awalnya berlangsung damai pada 4 November lalu.

Dugaan itu diperkuat dengan adanya foto di mana Ismail melakukan tindakan memukul petugas dengan bambu. “Yang bersangkutan diduga menyerang petugas,” ujar Hendy.

Mantan penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini juga mengungkapkan, pasca-kericuhan demo Aksi Bela Islam II, Ismail mengasingkan diri selama tiga hari. Ismail tidak kembali melaporkan keberadaannya pada HMI.

Seperti diketahui, pada malam hingga dini hari tadi, polisi menangkap empat kader HMI. Selain Ismail Ibrahim, polisi mengamankan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI Ami Jaya. Ami diamankan polisi di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016) dini hari.

Kemudian, polisi juga mengamankan dua kader fungsionaris HMI, Rizal Berhed, dan Romadhan Reubun. Keduanya dikabarkan ditangkap di sekitar Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016) malam. (jpnn)

Respon Anda?

komentar