Cabai di Karimun Meroket ke Harga Rp 90 Ribu Per Kilogram

1475
Pesona Indonesia
Harga cabai di Karimun mencapai Rp 80 ribu perkilogram.
Harga cabai di Karimun mencapai Rp 90 ribu perkilogram.

batampos.co.id – Harga kebutuhan pokok di pasar Kabupaten Karimun, mulai menunjukkan gejala kenaikan. Selain bukan sebagai daerah penghasil, perubahan cuaca pun turut mendongkrak kenaikan harga pangan tersebut.

Paling dirasakan adalah kenaikan harga jual cabai merah. Baik di pasar Tanjungbalai Karimun, maupun pasar Moro, harga bumbu masakan ini, merokek hingga mencapai Rp90 ribu perkilogram. Sebelumnya, si pedas ini hanya dijual Rp60-75 ribu per kilogram.

“Stok tipis bang. Kita tidak berani pesan banyak-banyak, karena kwalitas cabai merah dari Jawa juga kurang bagus. Ini saja sudah habis, tunggu datang dari pulau Jawa atau Padang dan Medan,” ungkap Uda, pedagang di Pasar Puan Maimun, Selasa (8/11).

Kenaikan harga cabai merah pun sangat dirasakan warga Moro. Selain harga yang merangkak naik, stok cabai merah pun terbilang langka dijual di pasar Moro. Karenanya, warga hanya dapat membeli per ons.

“Pokoknya, cukuplah untuk dipakai bumbu masak. Harapan kami, stok cabai merah tidak sampai putus dijual di pasar Moro. Sehingga, harganya bisa kembali stabil,” ujar Rosina, ibu rumah tangga di Moro.

Selain cabai merah, harga bumbu dapur lainnya pun mengalami kenaikan di Pasar Moro. Seperti bawang putih harga Rp40 ribu perkilo, tomat Rp36 ribu perkilo, dan wortel Rp28 ribu perkilo. Kemudian, kol Rp12 ribu perkilo, gambus Rp14 ribu perkilo, bayam Rp16 ribu perkilo, setta sawi Rp18 ribu perkilo.

“Semua kebutuhan dapur ini, kita pasok dari luar daerah. Jadi karena harga beli melonjak dari luar, mau tak mau harga cabai merah dan lainnya pun ikut naik dijual di pasar Moro,” ujar seorang pedagang di Pasar Moro. (tri/pst)

Respon Anda?

komentar