Hilangkan Stres dengan Melihat Aquascape

601
Pesona Indonesia

aquascape-1-fyusnadiMenjalani hobi berkebun tidak selalu harus di tanah, di dalam akuarium pun bisa. Aquascape bisa jadi pilihan untuk membuat kebun dalam air yang indah.

Komponen yang harus disiapakan pertama kali tentunya akuarium, filter dan lampu. Lalu pupuk dasar, rumah bakteri, pasir, tanaman dan kipas. Selain itu ada media pendukung seperti pupuk cair, Co2, pengatur suhu, batu-batuan dan kayu.

“Dalam aquascape, ikan hias, udang dan keong jadi pendukung untuk mempercantik kebun dalam air ini,” kata Bambang Irianto, salah seorang aquascaper Tanjungpinang.

Untuk membuat aquascape memerlukan ketekunan dan kesabaran. Konsep dan ide harus dipikirkan terlebih dahulu. Tidak hanya sekedar menanam tanaman dalam air, namun keindahan dan bentuk kebun dalam air ini harus alami.

Waktu pembuatan aquascape beragam. Waktu disesuaikan dengan ukuran, gaya dan keinginan. Paling cepat pembuatannya memakan waktu 15 menit hingga 30 menit. Dan membentuk aquasape, butuh proses hingga empat bulan, hingga akuarium benar-benar berbentuk kebun yang indah.

“Intinya, hobi ini untuk menikmati prosesnya dari awal hingga benar-benar jadi seperti kebun, disitu letak kepuasannya,” kata pria yang akrab disapa Bembeng ini.

Untuk perawatannya relatif mudah. Pada tahap awal, aquascaper hanya harus rajin mengganti air akuarium sebanyak 30 persen dari ukuran akuarium setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan harus memberikan pupuk cair dua minggu sekali. “Perawatan tidaklah sulit, tapi harus rajin ganti air setiap harinya untuk keseimbangan nutrisi tanaman,” katanya.

Untuk tahap awal, pemula hobi ini, harus memperhatikan kebutuhan nutrisi, cahaya, dan karbondioksida agar tanaman bisa tumbuh sehat. “ukuran besaran cahaya harus diperhatikan sebagai pengganti matahari untuk tanaman,” jelasnya.

Dalam aquascape, ada berbagai gaya yang bisa diterapkan, seperti gaya Iwagumi yang mengedapankan susunan batu-batuan di dalamnya. Gaya Nature yang mengutamakan kealamian, bisa menyerupai bentuk suatu lanskap taman, gunung, lembah dan hutan. Selain itu ada gaya Biotope, Dutch, dan Walstad Method.

“Untuk gaya Aquascape, punya karakter masing-masing, tergantung selera saja, gaya mana yang mau digunakan,” paparnya.

Tanaman yang digunakan lanjut Bembeng dibedakan menjadi tiga menurut posisi penyusunannya. Tanaman posisi belakang biasanya dipilih yang lebih tinggi seperti rotala, kabumba dan densa.

Posisi tengah ditanam dengan tanaman warna mencolok seperti adubias dan kriptokorin. Posisi depan ditanam dengan tumbuhan kecil dan merambat seperti moss, gloso dan baktuba.

Selain itu, jenis batu yang digunakan pun yang berkarakter seperti batu fosil, batu kali serta jenis batu candi yang berongga dan berbentuk unik. Pasir yang digunakan seperi pasir malang dan pasir silica dan pasir bali. Untuk kayu, bisa menggunakan kayu bakau yang bercabang dan bisa tenggelam di air.

“Setelah semuanya lengkap, langsung kita susun sesuai selera dan tidak ada batasan,” jelas Bembeng.

Untuk biaya pembuatan aquscape bisa dibilang cukup mahal. Bahkan membuat Aquascape bisa dengan biaya hingga jutaan rupiah. Namun ada juga aquascaper yang membuat bahan dengan cara Do It Yourself (DIY) untuk menghemat biaya. “Yang namanya hobi, biaya bukan masalah, untuk mendapatkan hasil bagus ya butuh biaya yang cukup mahal,” ungkapnya.

Menurutnya ada banyak manfaat menjalani hobi berkebun dalam air ini, seperti bisa menghilangkan stres dan menghilangkan lelah setelah seharian bekerja. “Dengan melihat aquascape dengan tumbuhan hijaunya bisa membuat hati menjadi tenang dan damai,” katanya. (YUSNADI, Tanjungpinang)

Respon Anda?

komentar