Pak Gubernur Kepri, Tolong Perhatikan Masa Depan Atlet

447
Pesona Indonesia

layarkepribatampos.co.id – Berseragam olahraga kombinasi abu-abu hijau, delapan pemuda-pemudi dan satu orang tua itu duduk di meja bundar putih dalam sebuah acara makan malam yang digelar terbuka di pinggiran kolam renang Nongsa Point Marina, beberapa waktu lalu. Mereka adalah atlet layar binaan Citramas Grup yang berhasil mengharumkan nama Kepri di PON XIX Jawa Barat September lalu.

Para atlet tersebut menjadi tamu istimewa dalam jamuan makan malam (Welcome Dinner, red) yang berlangsung di Nongsa Point Marina untuk para yachters peserta Sail Karimata yang dihadiri langsung Presiden Direktur Nongsa Resort (Citramas Group), Mike Wiluan, yang juga Ketua Harian Pemprov PORLASI Kepri.

“Mereka yang menjadi juara umum Lomba Layar di PON ini adalah atlet layar muda binaan Citramas Group yang bernaung di PORLASI Kepri. Kami bangga mereka berhasil menjadi atlet peraih medali emas yang mengharumkan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Mike disela-sela acara di Nongsa beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya kepada para yachter luar negeri dan para tamu undangan, Mike sempat memperkenalkan anak-anak binaan Citramas Group tersebut.

” Anak-anak pelayar muda ini adalah peraih lima medali emas dan dua perak dalam PON XIX Jawa Barat dan mendapat prestasi terbaik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa para atlet layar Kepri secara keseluruhan adalah anak binaan dari Citramas Group yang didirikan sejak tahun 2001 lalu.

Mereka, kerap kali berprestasi dan menjadi langganan dalam meraih medali emas sejak 2004 lalu, tepatnya pada PON XVI 2004 di Palembang yang memenangkan dua medali emas yang ketika itu Batam masih bergabung dengan provinsi induk Riau.

Tak hanya itu, pada 2008 PON XVII di Kalimantan Timur, atlet binaan ini juga meraih dua medali emas, dan masing-masing satu medali perak dan perunggu.

Ada juga pada 2012 PON XVIII di Riau meraih tiga medali emas, dan masing-masing satu perak dan perunggu, hingga yang teristimewa pada tahun ini di PON XIX di Jawa Barat, mereka meraih lima emas dan dua perunggu.

Dan pada SEA GAMES 2015 di Singapura, salah satu atlet layar ini juga meraih satu medali perunggu.

“Kami berharap, mereka tidak hanya memenangkan pertandingan tingkat nasional melainkan sampai ke jenjang kejuaraan internasional. Karena, sejak didirikan, kami telah menyumbangkan dana yang besar dalam mempersiapkan pelatihan para atlet, pelatih, dan menyediakan berbagai fasilitas olahraga pendukung layar di kawasan Nongsa Point Marina yang menjadi Sailing Center hingga sekarang,” jelas Mike.

Danche, selaku Sekjen PORLASI Kepri menambahkan dan berharap pemerintah daerah dan KONI Kepri, khususnya bagi para atlet yang berprestasi untuk lebih diperhatikan masa depannya dengan mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sesuai peraturan yang berlaku.

 

“Kami ingin Pemprov Kepri dan instansi terkait memberi perhatian untuk masa depan atlet daerah ini,” pintanya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama Kawasan Pembangunan Nongsa (KPN) Citramas Group yang sebelumnya mantan Ketua Umum Pengurus Besar PORLASI dua periode, dan Pembina olahraga perairan Citramas Group Djoko Pramono menambahkan, berbagai prestasi yang diraih di kancah nasional ini diawali dengan persaingan yang ketat antar atlet saat dalam pembinaan.

Seluruh atlet dibawah binaan Citramas Group diadu sebelum bertanding keluar.

“Ini untuk memperkuat kemampuan dan skill mereka. Sistem pelatihan dan pembinaan yang kami terapkan sesuai standar yang telah ditetapkan Persatuan Layar Seluruh Indonesia,” tambahnya.

Djoko menegaskan, berbagai fasilitas latihan sampai fasilitas tambahan seperti beasiswa pendidikan, asupan makanan bergizi, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya juga disiapkan dengan baik dan lengkap dengan dana dari tahun ke tahun sejak awal sampai saat ini sangat besar.

“Kami ingin mereka bisa menjadi orang yang kuat di masa mendatang. Bisa menyiapkan kehidupan masa depannya sendiri dengan prestasi yang diraihnya saat sekarang. Bagi kami ketika mereka berhasil sekarang dan memiliki masa depan baik, maka itu keberhasilan sekaligus kebanggaan yang tak bisa kami ungkapkan dengan apapun. sebagai contoh salah satu atlet ada kami yang sudah menjadi bintara TNI Angkatan Laut. Pada saat ini, anak-anak yang dibina sekitar 30 atlet yang sudah menjadi 3 (tiga) generasi,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih atlet layar Kepri, Weng Samsi menyebutkan, dari 25 jenis cabor yang diperlombakan di PON, Kepri mengikuti delapan nomor.

“Dari delapan nomor yang kami ikuti, kami memenangkan lima medali emas dari nomor laser radial putra, laser radial putri, laser 4,7 putra, optimis putra, dan optimis putri, dan dua medali perak dari nomor marathon laser standar dan laser standar,” ujar Weng Samsi.

Ada yang unik dari perjalanan mengikuti PON ini. Seluruh atlet layar dari Kepri ini adalah mereka yang dibesarkan di pinggiran laut Nongsa, dengan pekerjaan orang tua sebagai nelayan. Mereka adalah Budi yansyah (pelatih optimist), Samsuardi (laser 4,7 boys), Ramadhan tito ( optimist boys ), Suci indah ramadhani (optimist girls), Mariyanti ( laser radial women), Dwi ayu ( laser 4,7 girls), Maznun (laser radial men), dan Ahmad zainuddin (laser standard).

“Emang pada dasarnya sudah dibesarkan di lautan, ditambah mengikuti pelatihan kampus selama dua bulan, dan latihan pengenalan wilayah di Pantai Balongan Indah di Indramaya, jadi saat perlombaan, meski pasang surut dan pergerakan angin disana agak berbeda, namun para atlet ini bisa menguasai medan dan Alhamdulillah memenangkan medali dan mengharumkan nama provinsi Kepri,” ujar Weng Samsi. (cha)

Respon Anda?

komentar