Pemkab Bintan akan Pangkas Jumlah Honorer, dari 1605 Menjadi 700 Orang

1060
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemkab Bintan akan memangkas jumlah pegawai yang berstatus tenaga honorer kantor dan honorer daerah atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) di akhir 2016 ini. Wancana pemangkasan itu dilakukan sebagai upaya mengevisiensi pengeluaran keuangan daerah pada APBD 2017 mendatang.

Dari data Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Bintan jumlah honorer yang mengabdi saat ini sebanyak 1605 orang dengan beban biaya gaji dari keuangan daerah APBD 2016 sebesar Rp 1,834 miliar perbulannya. Diantaranya untuk 881 honorer guru di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) yang masing-masingnya bergaji Rp 1 juta telah menelan biaya keuangan daerah sebesar Rp 881 juta perbulan.

Lalu, untuk 676 honorer umum di bawah naungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bintan yang masing-masingnya bergaji Rp 1,2 juta telah menelan biaya keuangan daerah sebesar Rp 811,2 juta dan 48 PTT yang masing-masingnya bergaji Rp 1,5 juta menelan biaya sebesar Rp 72 juta perbulan.

“APBD tahun mendatang diprediksi akan mengalami devisit yang besar. Jadi untuk mengevisiensinya kita akan lakukan pemangkasan jumlah tenaga honorer,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi, Selasa (8/11).

Pemangkasan itu dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan sistem penyeleksian atau pemeriksaan indetitas kependudukan atau KTP yang dimiliki tenaga honorer. Bagi honorer yang tidak memiliki KTP Bintan maka kontrak kerjanya tidak diperpanjang atau diberhentikan.

“Kami lebih pioritaskan putra dan putri daerah untuk bekerja di Pemkab Bintan. Jadi dalam waktu dekat akan kami evaluasi lagi honorer yang ber-KTP Bintan. Sebab hanya honorer KTP Bintan yang bekerja di kabinetnya,” jelasnya.

Kata dia, anak tempatan harus berpartisipasi dalam mendukung program-program pembangunan yang diwancanakannya dari 2016-2021. Agar wancana itu dapat diwujudkan maka Sumber Daya Manusia (SDM) anak tempatan lebih dipioritaskan untuk mengisi setiap lini ketimbang luar daerah. Jadi tenaga-tenaga honorer yang ada saat ini akan disleksi atau tes ulang guna mengetahui indetitas asli anak tempatan atau tidaknya.

“Dengan cara seleksi seperti ini akan memberikan peluang besar bagi anak Bintan. Tapi kita belum tau angkanya karena masih dikaji oleh BKD Bintan,” akunya.

Kepala BKD Bintan, Irma Annisa mengatakan untuk penyeleksian tenaga honorer akan dilakukannya melalui sistem assesment atau penilaian. Dengan cara itu dapat diketahui siapa saja yang masih layak ataupun tidak.

“Kita akan ambil 700 honorer saja dari yang ada saat ini. Mereka semua dari honorer lama. Ingat kami tidak membuka penerumaan untuk honorer baru,” sebutnya.

Honorer lama yang masih layak dipertahankan, Kata dia, akan dipertahankan namun bagi yang pemalas atau jarang masuk kerja akan diberhentikan. Tapi yang dipertahankan hanya honorer ber-KTP Bintan saja.

“Jika honorer ber-KTP Tanjungpinang bagus kerjanya akan tetap dipertahankan. Kalau tidak pastinya kita pecat,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar