Plafon 9 Ruang Inap RSUD Daik di Renovasi

276
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan, Ignasius Lutti mengatakan akibat ambruknya plafon salah satu ruang inap pasien beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan renovasi. Sedikitnya, 9 dari 16 ruang inap di RSUD Daik, jalan Masjid Sultan Mahmud Lingga tersebut telah selesai dilakukan perbaikan plafon, Selasa (8/11).

“Beberapa ruang inap sudah selesai perbaikannya. Sisanya akan kami perbaiki menggunakan anggaran 2017,” ungkap Lutti kepada koran Batam Pos baru-baru ini.

Sejumlah ruang pasien yang telah diperbaiki plafonnya kini telah dapat digunakan kembali para pasien dengan nyaman. Kondisi plafon yang telah dua kali ambruk setahun terakhir karena konstruksi baja ringan yang rapuh sempat membuat khawatir pihak keluarga pasien. Kalau-kalau akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

RSUD dipusat ibukota Daik tersebut, memiliki 16 buah ruang inap. Kini 9 diantaranya telah diperbaiki. Sementara 7 ruang inap lainnya karena kondisi mengkhawatirkan untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Seperti ruang nomor 13 dan 14. Selain plafon ruang yang rapuh, dinding kamar inap juga retak. Beberapa waktu lalu, bupati dan wakil bupati Lingga juga telah sempat mengunjungi fasilitas kesehatan di Sentral Bunda Tanah Melayu yang masih sangat minim ini.

Dengan jumlah ruang yang tersedia dan menjadi rujukan sejumlah puskesmas baik wilayah kecamayan Lingga Timur dan Lingga Utara, kondisi RSUD boleh dikatakan belum layak dan mampu menangai seluruh pasien yang masuk untuk tingkat kabupaten.

“Sebenarnya total ruang inap disini ada 18. Dua ruang dipakai untuk pengurusan BPJS dan Fisiotrapi. Sisanya jadi 16 untuk pasien, tapi sementara 9 ruang yang tersedia karena yang lain belum diperbaiki,” ungkap salah seorang petugas dilapangan.

Bahkan, untuk sekelas RSUD di RS Daik tersebut hanya tersedia satu ruang VIV untuk pasien. Kondisi fasilitas kesehatan Lingga ini, perlu menjadi perhatian seluruh pihak pemerintahan membenah kembali fasilitas dasar kesehatan di Bunda Tanah Melayu. Baik perbaikan ruang inap maupun fasilitas lain seperti angkutan pasien yang rongsok serta ketersedian dokter di RSUD tersebut. (mhb)
 

Respon Anda?

komentar