Tanjungpinang, Ingin Beras Sitaan BC, Lagi

313
Pesona Indonesia
Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengecek gula dan beras yang diserahkan ke Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Lingga di gudang Bea dan Cukai batam di Batuampar, Rabu (5/10/2016). Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos
Kepala KPU BC Batam, Nugroho Wahyu Widodo dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengecek gula dan beras yang diserahkan ke Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Lingga di gudang Bea dan Cukai batam di Batuampar, Rabu (5/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengupayakan bakal menggaet lagi hibah dari barang sitaan yang ada di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Umumnya, yang bisa dibawa pulang untuk kepentingan orang banyak itu adalah pelbagai jenis komoditas kebutuhan bahan pokok. Seperti beras, gula, minya, atau bumbu-bumbu dapur. Konon, peluang ini kini semakin terbuka.

“Karena sepengetahuan saya memang ada kebijakan Bea dan Cukai yang tidak boleh lagi melakukan pemusnahan barang sitaan yang masih bisa bermanfaat bagi orang banyak,” kata Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Surjadi, Selasa (8/11).

Sepintas kabar ini bikin senyum Surjadi. Apatah tidak, barang sitaan berupa beras, gula, dan bawang yang sudah sejak beberapa waktu lalu diterima Pemko Tanjungpinang dari DJBC Karimun itu dinilai begitu membantu masyarakat Tanjungpinang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Utamanya, kebutuhan masyarakat kelas ekonomi rendah.

“Memang tidak banyak yang dibagikan. Tapi cukup membantulah untuk dua-tiga hari memasak di rumah,” ujar Surjadi.

Selama beberapa hari terakhir pantauan Batam Pos, Pemko Tanjungpinang terus mendistribusikan paket sembako berisi beras dan gula pasir kepada masyarakat. Dua kebutuhan pokok itu dibungkus menjadi satu paket dengan rincian beras seberat lima kilogram dan gula sebanyak dua kilogram.

Surjadi menyatakan bahwa beras yang diserahkan itu kualitasnya premium atau setingkat lebih tinggi dari beras miskin (raskin) yang selama ini diterima masyarakat. Begitu juga dengan gula, kualitasnya boleh dikatakan cukup baik.

“Jadi sangat layak untuk dikonsumsi sehari-hari,” ungkapnya.

Hingga kini, proses distribusi beras dan gula ini hampir selesai. Dari total 3.800 paket sembako, setidaknya sudah lebih dari tiga ribu paket yang dibagikan kepada masyarakat luas. Dalam minggu ini diperkirakan Surjadi seluruh paket itu sudah tidak lagi yang tersisa pada Dinsos Tanjungpinang.

Sedangkan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengungkapkan, bantuan paket sembako ini bukan sebuah jalan pintas untuk kian mengentaskan angka kemiskinan di Tanjungpinang. Sungguh tidak. Namun, bagi Lis, paket sembako ini dirasanya dapat membantu menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi uang untuk beli berasnya kan bisa ditabung,” ungkapnya.

Ke depannya, bila memang ada barang sitaan dari sebuah aktivitas perdagangan ilegal, sekiranya itu memang sebuah komoditas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, Lis berjanji akan ikut memperjuangkannya.

“Daripada dimusnahkan, mending lebih baik disalurkan. Lebih banyak manfaatnya buat warga yang membutuhkan,” ujarnya. (muf)

Respon Anda?

komentar