Batam Masuk 6 Kota Berbiaya Tertinggi

1327
Pesona Indonesia
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa

batampos.co.id – Kota Batam termasuk ke dalam enam kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia selain Jakarta, Jayapura, Ternate, Depok dan Manokwari.

Apalagi upah minimum kota (UMK) Batam memang lebih besar dari kota lain. Pertimbangan UMK juga dilihat dari 60 item kebutuhan wajib para pekerja. Sehingga beda kota, beda juga UMK-nya.

“Memang tinggi, dilihat dari besaran UMK. UMK dilihat dari cerminan kehidupan layak hidup (KHL). Jadi beda kota, beda lagi KHLnya,’ ujar Wakil Walikota Batam Amsakar di kantor Walikota Batam, kemarin.

Sedangkan untuk harga di pasaran ditentukan oleh mekanisme pasar. Semakin tinggi permintaan dan penawaraan, maka harga akan semakin tinggi.

“Semua harga yang ada di Indonesia tergantung mekanisme pasar. Tak dapat kewenangan satu tangan, semua ada mekanismenya,” jelas Amsakar.

Menurut dia, pemerintah daerah tak punya wewenang menentukan harga. Pemerintah hanya mengintervensi harga hingga turun jika terjadi lonjakan. Salah satu caranya adalah menggelar sembako murah.

“Pemerintah hanya mengintervensi, tak bisa menetapkan harga,” terang Amsakar.

Kecuali, jika pemerintahlahlah yang memiliki pasar dan kemudian mendistribusikan ketahanan pangan. Pemerintah juga harus memiliki lahan pertanian untuk bisa menentukan harga.

“Kalau ini ada dipemerintah, mungkin pemerintah bisa mematok harga. Tapi ini kan tidak, pemerintah hanya mengendalikan,” pungkas Amsakar. (she)

Respon Anda?

komentar