Benarkah Rokok Elektrik Lebih Aman? Baca Dulu Ini

615
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Belakangan ini, rokok elektrik atau biasa disebut vapor sudah menjadi tren baru di kalangan perokok, khususnya anak muda. Dipercaya lebih aman ketimbang rokok konvensional, Vapor kini jadi pilihan sejumlah kalangan.

Namun, anggapan bahwa vapor lebih aman digunakan ternyata salah. Hal itu disampaikan Donni Irfandi Alfian, dokter spesialis paru dan pernapasan, RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda.

“Rokok elektronik tetap mengandung nikotin dan zat berbahaya lain. Zat tersebut bersifat karsinogenik atau pemicu kanker,” jelas Donni kepada Kaltim Pos (Jawa Pos Group).

Dia menjelaskan, efek terhadap orang lain tetap ada. Mengingat benda ini juga menghasilkan emisi partikel halus nikotin dan zat berbahaya lain ke udara di ruang tertutup.

Nikotin menyebabkan seseorang ketagihan. Selain candu, nikotin menyebabkan peningkatan adrenalin dan tekanan darah tinggi.

Sedangkan cairan propylene glycol pada vapor merupakan zat yang menyebabkan iritasi jika terhirup. Biasanya, zat ini dipakai untuk pembuatan sampo, pengawet makanan, hingga pelarut makanan.

Meskipun menghasilkan uap, efeknya juga berbahaya. Khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit paru-paru.

Misalnya asma, bronkitis, pneumonia, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Sebab, uap yang dihasilkan dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk.

“Risiko lainnya adalah cedera. Bisa saja rokok elektrik tersebut bermasalah. Misalnya meledak, bisa saja melukai penggunanya,” ungkapnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar