Dua WN Singapura Dideportasi Imigrasi Uban

694
Pesona Indonesia
Petugas Imigrasi Tanjunguban sedang memulangkan WNA Singapura ke negara asal dengan menumpangi Kapal Wan Sendari melalui TPI Terminal Ferry BBT Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (9/11/2016). Foto: Humas Imigrasi Kelas II Tanjunguban.
Petugas Imigrasi Tanjunguban sedang memulangkan WNA Singapura ke negara asal dengan menumpangi Kapal Wan Sendari melalui TPI Terminal Ferry BBT Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (9/11/2016). Foto: Humas Imigrasi Kelas II Tanjunguban.

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban mendeportasi dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dari Kabupaten Bintan melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Terminal Ferry Bandar Bentan Telani (BBT), Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (9/11/2016) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dua WNA yang dideportasi itu Zulkiplee Bin Saleh dan Maros Bin Saleh. Mereka kedapatan tidak mengantongi paspor ketika beraktivitas memancing di Perairan Kabupaten Bintan.

“Kami sudah pulangkan dua WNA ke negara asalnya melalui Pelabuhan BBT Lagoi. Mereka berdua di pulangkan dengan menumpangi Kapal Wan Sendari,” ujar Humas Imigrasi Kelas II Tanjubguban, Muhammad Noor.

Diceritakannya, beberapa waktu lalu Petugas TIM Western Fleet Quick Respon (WFQR)  Lantamal IV Tanjungpunang mendapatkan KM Rantau Bertuah berbendera Indonesia sedang belayar di Perairan Kabupaten Bintan. Ketika dilakukan pengecekkan, ternyata kapal kayu bernakhoda WNI dan tiga ABK itu membawa 9 WNA dari Singapura. Petugas TNI AL langsung melakukan pemeriksaan secara khusus.

Hasil pemeriksaannya, Kata dia, nakhodanya, Nasir dan tiga ABK asal WNI itu, Naim, Sawal dan Darma Juni tak dapat menunjukkan dokumen lengkap pelayaran sehingga digelandang ke Lantamal IV Tanjungpinang. Kemudian 9 WNA yang menumpangi kapal itu dua diantaranya tidak memiliki pasport yaitu Zulkiplee Bin Saleh dan Maros Bin Saleh.

Sedangkan tujuh lainnya, Muhammad Fauzi bin AB Rahman, Muhammad Dzulhakim Bin Dzulkifli, Sahlan Bin Mohamed Sayee, Khirudin bin Senan, Ramlan bin Kamarudin, Khalid bin Jamaludin, Putra bin Ramli, dan Zulhamid bin Ismail dibebaskan karena mengantongi dokumen keimigrasian.

“Saat itu alasan Zulkiplee dan Maros ada pasportnya namun sengaja tak dibawa. Karena takut rusak terkena air laut saat mancing,” katanya.

Dikawatirkan alasan keduanya hanya sebagai modus belaka, lanjutnya, TNI AL langsung menyerahkannya ke Kantor Imigrasi Tanjunguban. Saat itu penyidik keimigrasian langsung melakukan pemeriksaan dan berhasil memastikan keduanya memang tak bisa menunjukan paspor. Bahkan kedua istri dari dari mereka sempat bertandang ke kantor ini dengan membawa paspor untuk membuktikan kebenarannya.

“Tapi keduanya tetap salah karena masuk ke Indonesia tanpa dokumen yang lengkap. Jadi sesuai aturan yang berlaku, kami pulangkan keduanya ke negara asal. Dan diminta tak mengulangsi kesalahan ini lagi,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar