Kader JKN-KIS Siap Beri Informasi seputar BPJS Kesehatan

960
Pesona Indonesia

BPJS Kesehatan merekrut Kader JKN KIS. Kader ini dibentuk untuk menjawab banyaknya kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai program JKN-KIS.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis

Kader JKN KIS ini merupakan masyarakat setempat yang dipilih berdasarkan proses seleksi yang kemudian diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BPJS Kesehatan di masyarakat.

Pelaksanaan implementasi kader JKN-KIS ini pada tahap awal dilakukan oleh 1.000 kader JKN-KIS yang diselenggarakan di 75 Kantor Cabang dan di seluruh Divisi Regional.

Rekrutmen Kader JKN-KIS di wilayah kantor cabang dilakukan dengan mempertimbangkan besaran tunggakan iuran PBPU per Kantor Cabang serta potensi Calon Peserta PBPU per Kantor Cabang.

Fungsi utama Kader JKN – KIS adalah sebagai mitra kerja dan perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan yang bekerja secara sukarela dalam rangka mengoptimalkan kegiatan sosialisasi, edukasi, pendaftaran kepesertaan, pengingat dan pengumpul iuran serta pemberi informasi pelayanan.

Kader JKN – KIS juga berperan serta melakukan sosialisasi terkait informasi dan kebijakan terkini BPJS Kesehatan.

Selain itu, Kader JKN – KIS memiliki peran strategis di masyarakat untuk:

1. Pemasaran sosial dengan tujuan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta PBPU akan diberi edukasi melalui kunjungan oleh Kader JKN-KIS agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

2. Pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Apabila status Kader JKN-KIS adalah sebagai agen PPOB, maka Kader JKN-KIS dapat menjadi pengumpul iuran (syarat dan ketentuan berlaku), sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.

3. Pemberian Informasi dan menerima keluhan pelanggan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa serta memastikan program JKN menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Untuk memastikan terlaksananya implementasi Kader JKN-KIS sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ingin dicapai, perlu dilakukan proses rekrutmen dan seleksi Calon Kader JKN-KIS.

Proses rekrutmen dan seleksi dilakukan untuk memilih kader yang memiliki kemampuan untuk memberikan informasi/sosialisasi/edukasi, pendampingan pelayanan dan mengumpulkan iuran berdasarkan mapping wilayah desa/kelurahan, dengan tahapan proses dan persyaratan.

Untuk menjadi kader JKN-KIS diutamakan terdaftar sebagai agen PPOB dari channel pembayaran BPJS Kesehatan.

kaderjknkis
Saat ini, terdapat 7 (tujuh) orang kader JKN KIS yang tersebar di wilayah Kantor Cabang Batam yaitu wilayah

  • Sei Beduk,
  • Sagulung,
  • Batu Aji,
  • Batam Kota,
  • Bengkong,
  • Sekupang, dan
  • Kundur Karimun.

Tujuh orang Kader JKN-KIS yang telah direkrut tersebut merupakan masyarakat setempat yang telah menjalani proses pendaftaran dan seleksi.

Sampai akhir tahun ini diharapakan Kader JKN KIS yang terdapat di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Batam berjumlah 11 orang dan diharapkan akan terus bertambah di tahun depan.

Untuk itu BPJS Kesehatan menghimbau kepada Masyarakat Kota Batam yang memiliki keinginan untuk membantu menyukseskan Program JKN-KIS ini agar dapat mendaftarkan diri mengikuti seleksi Kader JKN-KIS untuk wilayah Batam dan sekitarnya.

Pendaftaran tersebut dapat dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam di Jalan Gurindam Batam Center.

Hasannudin, Kader JKN-KIS wilayah Kundur Karimun mengatakan bahwa alasannya untuk ikut serta dalam program JKN-KIS adalah karena menurutnya program JKN-KIS ini adalah program pemerintah yang harus didukung.

Caranya adalah dengan menginformasikan dan menyampaikan informasi ke masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari program JKN tersebut.

“Selama ini masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang program JKN, tapi karena keterbatasan SDM dari BPJS Kesehatan maka saya pikir perlu pihak lain yang ikut membantu mensosialisasikan dan menginformasikan program ini kepada masyarakat, oleh sebab itu saya ikut serta,” aku Hasannudin.

Setelah menjadi Kader JKN-KIS, Hasannudin melakukan upaya-upaya sosialisasi ke masyarakat dengan mendatangi titik-keramaian seperti pasar, pertemuan masyarakat dan puskesmas dengan membagikan brosur dan sosialisasi.

“Selain mendatangi titik-titik keramaian, masyarakat juga datang ke warung saya karena sudah tau bahwa saya Kader JKN, setiap hari saya kedatangan 50 orang yang belanja sekaligus mendapatkan informasi melalui sosialisasi”.

Selain mendapatkan informasi, masyarakat juga bisa melakukan pembayaran di warungnya. Ungkap Hasannudin.

Dengan adanya kader JKN KIS ini diharapkan kesinambungan pelaksanaan program JKN – KIS dapat terjaga, dan upaya Pemerintah menyediakan akses dan memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia dapat terlaksana dengan baik. (rilis)

Respon Anda?

komentar