Novel Sejarah Melayu Karya Rida K Liamsi Diluncurkan di UI

397
Pesona Indonesia
Novel berlatar sejarah Melayu, Megat, karya Rida K Liamsi diluncurkan, Kamis (10/11/2016) hari ini di Perpustaan UI. Foto: tempo
Novel berlatar sejarah Melayu, Megat, karya Rida K Liamsi diluncurkan, Kamis (10/11/2016) hari ini di Perpustaan UI. Foto: tempo

batampos.co.id – Megat, sebuah novel yang bercerita sejarah Melayu karya sasatrawan Rida K Liamsi resmi diluncurkan di Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, Kamis (10/11/2016) hari ini.

Novel itu akan dibahas oleh Putu Fajar Arcana dan kritikus sastra dari UI Maman S Mahayana.

“Ini novel kedua saya. Yang pertama Bulang Cahaya, juga dengan latar belakang sejarah,” kata Rida seperti dikutip Tempo.co, Kamis (10/11/2016).

Meski sama-sama mengangkat sejarah Melayu, Megat berbeda dengan Bulang Cahaya.

“Bedanya, kalau Bulang Cahaya itu (kisahnya) kebanyakan di kepulauan Riau. Sementara Megat di semenanjung Malaysia, Siak, dan Bintan,” ujar Rida.

Menurut dia, meski Megat itu novel (fiksi), Rida berusaha untuk sedekat mungkin dengan fakta. Baik itu lokasi, nama, dan peristiwa. “Kalau pun ada yang imajinatif ya terutama tokoh-tokoh pendukung.”

Ia memulai mengerjakan novel Megat dengan melakukan riset tak kurang dari empat tahun. Kema-mana ia peri ia sempatkan mencari buku-buku atau informasi mengenai Megat Seri Ramah, tokoh dalam novel itu.

“Aku ke Malaysia juga, Johor, terutama ke Kota Tinggi tempat pembunuhan itu terjadi. Lalu ke Gunung Bintan, tempat asal Megat, ke Melaka, dan lain-lain. Kebanyakan riset pustaka,” ujar inisiator/deklarator Hari Puisi Indonesia ini.

Adapun penulisan dilakukan sejak dua tahun lalu. “Sambil riset ya sambil nulis. Kadang-kadang saya nulis di Melaka juga sambil minum teh tarik.”

Lebih jauh, hasil riset itu tak hanya menghasilkan novel, juga sebuah buku lain yakni “Sejarah Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajan Melayu 1160-1946”.

Rida lahir di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Sebelum menjadi jurnalis hingga pengusaha media, ia pernah pula bekerja sebagai guru. Ia menulis puisi dan prosa.

Novel Megat adalah bukunya ketujuh. Selain dua novel, ia telah menerbitkan empat kumpulan puisi dan satu buku bidang bisnis.

Belum lama ini, Rida menyusun dan menerbitkan buku antologi puisi penyair Indonesia dengan tebal 2016 halaman yang menandai perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 10-11 Oktober lalu.

Buku berjudul Mahatahari Cinta, Semudra Kata itu diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada malam Puncak HPI, 11 Oktober lalu. (Sumber: mustafa ismail/tempo)

Respon Anda?

komentar