Nurdin Lantik Pejabat Mendadak, Ini Respon DPRD Batam

1018
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melantik sejumlah pejabat di Pemprov Kepri, Senin (7/11/2016). Foto: dok. pemprov untuk batampos
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melantik sejumlah pejabat di Pemprov Kepri, Senin (7/11/2016). Foto: dok. pemprov untuk batamposdin

batampos.co.id – Sepekan setelah pelantikan pejabat eselon secara mendadak yang dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, DPRD Kepri telah mengagendakan perencanaan untuk melangsungkan rapat pimpinan di kalangan internal DPRD Kepri.

Rapat pimpinan kalangan legislatif ini, dimaksudkan sebagai evaluasi dari keputusan yang telah dilakukan gubernur.

“Situasi ini kan menjadi ramai ya. Jadi saat ini DPRD mencoba menelaah dulu, setelah itu baru kami beri masukan, kalau dipandang perlu,” tutur Ketua Komisi I DPR Kepri, Sukhri Fahrial saat diwawancarai, Rabu (9/11).

Menurut Sukhri, rapat evaluasi yang dilakukan DPRD ini merupakan salah satu fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungdi pengawasan. “Bukan bermaksud intervensi, tentu kalau ada hal yang dinilai perlu memberikan masukkan kepda gubernur, di rapat pimpinan DPRD itu nantilah akan disampaikan,” lanjut Sukhri.

Meski demikian, Sukhri menegaskan bahwa apa yang dilakukan gubernur Kepri merupakan haknya selaku pemimpin daerah. Namun begitu, masukkan masukan yang diterima dari kalangan masyarakat utamanya, tetap harus disikapi oleh DPRD.

“Kami yakini semua orang-orang terpilih adalah orang yang mampu bekerja, tetapi ada hal-hal yang mungkin perlu dipertimbangkan juga. Demi kebaikan bersama, tentu juga DPRD bisa memberikan saran dan masukan,” terang anggota legislatif dapil Batam ini.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menyatakan kekecewaannya atas komentar Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadilah yang menyebutkan tidak perlu mengundang DPRD Kepri dalam pelantikan eselon beberapa hari lalu.

Jumaga mengatakan bahwa DPRD dan Pemprov Kepri merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sesuai dengan Undang-Undang. “Saya rasa keliru kalau sekda bicara seperti itu. Apapun kegiatan di DPRD yang menyangkut pemerintahan dan kepentingan umum diketahui Pemprov dan begitupun sebaliknya,” kata Jumaga.

Hubungan dalam pemerintahan ini, sambungnya, sesuai dengan semangat Gubernur yang selalu mendengung-dengungkan konektifitas hati dalam menjalankan pemerintahan. Konektifitas ini juga sudah sejalan dengan lembaga-lembaga lainnya.

“Pelantikan Kakanwil, sampai pelantikan Pramuka saja kita diundang. Masa pelantikan pejabat dilingkungan Pemprov malah tidak di beritahu,” katanya lagi.

Jumaga juga menjelaskan bahwa DPRD harus hadir dalam pelantikan pejabat bukan tanpa alasan. Sebab, DPRD harus ikut mengawasi pejabat-pejabatnya yang akan menjadi mitra kerjanya.

“Ya kita harus mengawasi juga. Jangan sampai nanti Gubernur menunjuk pejabat yang duduk karena faktor nepotisme, dan tidak sesuai dengan kompetensinya,” papar Jumaga.

Komentar senada juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kepri, Riski Faisal. Ia menilai bahwa para pejabat yang nanti menjabat merupakan mitra dari pemerintah. Sebagai mitra, sudah sepatutnya DPRD mengetahui siapa saja pejabat yang akan bekerjasama dengan mereka.

“Jangan dipikir kami ingin menghambat. Justru kami sedang menjalankan tugas. Jadi DPRD ini jangan ditinggalkan, apalagi dimusuhi,” kata Riski.

Wakil ketua III DPRD Amir Hakim Siregar juga melihat pelantikan mendadak tanpa pemberitahuan dinilainya kurang beretika. Padahal UU 23 tahun 2014 mengamanatkan pelaksanaan pemerintahan dilakukan bersama-sama.

“Jadi kalau mendadak tanpa pemberitahuan, biasanya ada yang ditutupi. Tapi ya, mudah-mudahan tidak,” kata Amir Hakim. Namun demikian, Ia sepakat untuk menggelar rapat kerja dengan pemerintah untuk mendengarkan keterangan lebih jelas.

Komentar lebih halus datang dari Wakil Ketua II DPRD, Husnizar Hood. Ia mencoba berprasangka baik jika pemerintah lupa mengkomunikasikan rencana pelantikan ini. “Mungkin mereka lupa. Tapi ya memang, untuk pertama kalinya dalam sejarah, baru kali ini kita tidak diberitahu,” keluhnya. (aya)

Respon Anda?

komentar