Pidatonya Dianggap Provokasi, SBY Dilaporkan ke Polisi

1752
Pesona Indonesia
Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sumber Foto: http://theglobejournal.com
Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sumber Foto: http://theglobejournal.com

batampos.co.id – Pidato Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyinggung kasus penistaan agama yang dituduhkan terhadapĀ Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menuai masalah baru.

Kini, sejumlah orang yang mengatasnamakan forum Silahturami Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI) Lintas Generasi mempolisikan ucapan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu.

FSA HMI Lintas Generasi mendatangi kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Adapun tujuannya untuk melaporkan pidato SBY yang disinyalir mengandung hasutan dan penyebaran kebencian, serta pernyataan dorongan terhadap umat muslim untuk tetap berdemonstrasi itu.

“Selain itu SBY juga menyatakan agar 200 juta rakyat Indonesia jangan sampai tersandera oleh satu orang, artinya yang disandera oleh satu orang ini adalah si Ahok, pernyataan SBY ini cendrung politis,” ujar Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien saat mendatangi Bareskrim Polri.

Kendati demikian, lanjut Mustaghfirien, laporan terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut belum dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolosian dengan alasan beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.

Gini tadi baru diterima laporan (berkas-berkas untuk dijadikan sebagai bahan laporan), mengingat situasi dan kondisi yang terjadi di sini sudah banyak laporan. Nanti akan di panggil lagi,” tuturnya.

Menurut dia, ucapan SBY selama pidato sangat berbau provokatif. Ketika itu kata dia, SBY sempat berkata bahwa hingga lebaran kuda, demo tak akan berhenti bila Ahok tak kunjung dipersalahkan.

“Ini sangat disayangkan seharusnya selaku mantan kepala negara bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan tapi malah cenderung memprovokasi,” tandasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar