TNI Latihan Perang, Teluk Buton Ditutup

1542
Pesona Indonesia
Suasana latihan perang di Teluk Buton, Natuna, sejak Selasa (8/11/2016) lalu. Foto: aulia rahman/batampos
Suasana latihan perang di Teluk Buton, Natuna, sejak Selasa (8/11/2016) lalu. Foto: aulia rahman/batampos

batampos.co.id – TNI Angkatan Darat menggelar latihan perang sejak Selasa (7/11/2016) kemarin di Teluk Buton, Natuna. Meriam dengan daya ledak besar dan kecil digunakan. Bahkan kendaraan tempur di darat, laut, dan berbagai jenis heli dikerahkan.

Dentuman meriam dan tank terdengar keras. Pulau pendek di depan pantai Teluk Buton menjadi sasaran dalam latihan tersebut. Sementara warga di Desa Teluk Buton diungsikan di Desa Pengadah.

Pantauan Batam Pos, puluhan tank dan atileri meriam berjejer di bukit Tanjung Datuk. Sasaran Teluk ada di darat dan di laut, tepatnya di Pulau Pendek.

Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana mengatakan, setiap pagi warga Desa Teluk Buton dijemput untuk dievakuasi ketempat aman di Desa Pengadah. Namun malamnya warga tetap beristirahat di rumah masing masing.

“Waktu-waktu tertentu selama digelar latihan perang, Teluk Buton ditutup untuk umum. Warga setempat juga dievakuasi,” ujar Dandim.

Sementara Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti terus melakukan peninjauan warga Teluk Buton yang dievakuasi selama latihan perang.

“Tadi sudah pagi pagi kita pantau warga yang dijemput dari rumah. Memastikan warga dievakuasi semua,” ujar Ngesti.

Ngesti mengaku, warga yang dievakuasi di kantor Desa Pengadah akan diberikan hiburan agar tidak jenuh selama ditenda pengungsian. Karena Evakuasi akan terus dilaksanakan hingga latihan perang berakhir.

“Anak anak juga harus dipantau, tetap belajar seperti biasa,” kata Ngesti.

Ngesti juga meninjau pembangunan radar di Tanjung Datuk. Dikatakannya, khusus pembangunan radar tersebut, pemerintah daerah membantu membebaskan lahan. (arn)

Respon Anda?

komentar