Tolak Trump Jadi Presiden, Ribuan Warga AS Turun ke Jalan

919
Pesona Indonesia
Warga AS turun ke jalan menyuarakan penolakan mereka atas terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. (foto: AP)
Warga AS turun ke jalan menyuarakan penolakan mereka atas terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. (foto: AP)

batampos.co.id – Pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat, Rabu (11/9),  gelombang demonstrasi di berbagai kota besar AS terus bermunculan.

Ribuan orang turun ke jalan. Mereka meneriakkan penolakan atas presiden terpilih AS itu. Kerusuhan pun tak terhindari. Bentrokan terjadi antara demonstran dengan polisi di Oakland, ribuan orang mengepung Trump Tower dan Gedung Putih, jalan-jalan di Chicago diblok massa yang menghelat doa bersama, dan para pendemo meminta agar Trump turun dari jabatannya.

Setidaknya, di tujuh kota besar di AS, mereka berkumpul untuk menolak keras terpilihnya Trump. Beberapa bintang ternama seperti Madonna dan Cher juga ikut dalam gelombang protes tersebut.

Awalnya, demo berlangsung aman di tengah kota Oakland. Mereka berjalan berkeliling distrik bisnis di kota tersebut. Namun, menjelang malam, ketika gerombolan massa semakin banyak, polisi melancarkan serangan gas air mata. Hal itu memicu kemarahan sekitar enam ribu orang yang ikut turun ke jalan. Para demonstran kemudian membalas polisi dengan melempari mereka dengan botol.

Di New York, setidaknya 30 orang ditangkap ketika polisi mencoba membubarkan dua demontrasi di Columbus Circle dan Trump Tower. Di New York, setidaknya ada 7.500 warga terlibat. Mereka meneriakkan kalimat seperti, ”Nyawa orang kulit hitam berharga” dan ”Donald Trump, pergi sana, rasis, sexis, dan anti-gay.”

Ribuan lain memadati jalan-jalan di Los Angeles. Tanpa terorganisasi, mereka bergabung bersama dan menghelat aksi di tengah jalan bebas hambatan 110 Freeway. Selebihnya berkumpul di depan City Hall sambil menyalakan kembang api dan membakar gambar Trump.

Sementara itu di Oregon, mahasiswa berorasi dan memblok jalan di Portland. Mereka juga melakukan aksi duduk di rel kereta api. Sebagian membakar bendera Amerika dan berteriak,” Itu bukan presiden kami.”

Seorang demontran, Margaret Gibson, mengaku sangat takut atas terpilihnya Trump.

”Misi kami adalah membangun dukungan kalau Donald Trump tidak bisa jadi presiden kami,” tandasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar