361 Personel Polres Tanjungpinng Jalani Tes Urine

562
Pesona Indonesia
Petugas BNNK Tanjungpinang melakukan pengujian urine guru olahraga se-Tanjungpinang di Kantor Dinas Pendidkan Tanjungpinang, Kamis (22/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Tes urine. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Guna mengantisipsi penyalahgunaan narkoba ditubuh Polri. Tim Propam Mabes Polri dan Biddokes Polda Kepri, melakukan tes urine terhadap seluruh personel Polres Tanjungpinang, Kamis (10/11/2016). Hasilnya, ditemukan satu personel yang positif mengkonsumsi obat namun bukan narkoba tapi obat sakit jantung.

Tes urine itu dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) Provos Div Propam Mabes Polri, Kombes Polisi Suherman, dengan dibantu sejumlah personel dibidang Kesehatan.

Ditemui disela-sela pelaksanaan tes urine, Suherman, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk pencegahan dari penyalahgunaan narkoba yang dilakukan aparat Kepolisian. Karena sebagai aparat penegak hukum, personel Polri jangan sampai terlibat dalam hal itu.

”Kami bukan tidak percaya dengan satuan yang ada di wilayah. Namun, namanya sebagai Mabes Polri kami berupaya untuk mencegah bahaya narkoba, jangan sampai aparatnya terlibat didalam itu,”ujar Suherman.

Dikatakan Suherman, tes urine yang dilakukan di Polres Tanjungpinang ini diikuti kurang lebih 361 personel. Namun, dalam tes tersebut tidak ditemukan adanya anggota yang positif narkoba, tapi positif memiliki riwayat penyakit jantung.

”Pak Kapolres bagus membina anggotanya, dari ratusan anggota hasilnya negatif semua. Syukur Alhamdulillah,”ucap Herman.

Dijelaskan Herman, jika nantinya ada personel Polres Tanjungpinang yang kedapatan positif mengkonsumsi narkoba. Pihaknya menyerahkan semua kebijakan kepada Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro.

”Tidak hanya Polres Tanjungpinang, kami juga melakukan tes urine di Polda Kepri, Polresta Barelang, dan jajaran Polres lainnya diwilayah Polda Kepri juga akan kami tes urinenya,”jelas Heriman.

Dalam kesempatan ini, Suherman, mengingatkan personel Polri jangan sampai terlibat narkoba, baik itu pengguna atau pun bandarnya. Karena Mabes Polri tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi yang terlibat barang haram itu.

”Sebab, Polri bercita-cita membersihkan semua personil untuk bebas dari penyalahgunaan narkoba. Sanksi terberat bisa di pecat, apalagi sudah sampai tingkat pengedar, memang tidak ada alasan, makanya kami bersih dulu kedalam, baru keluar,” pungkasnya. (ias)

Respon Anda?

komentar