Guru Ngaji Dihukum Lima Tahun Penjara

525
Pesona Indonesia
Guru Ngaji Dihukum Lima Tahun Penjara karena terbukti mencabuli tiga anak muridnya yang masih dibawah umur. Foto: Osias De/batampos
Guru Ngaji Dihukum Lima Tahun Penjara karena terbukti mencabuli tiga anak muridnya yang masih dibawah umur. Foto: Osias De/batampos

batampos.co.id – JBH, 39, terdakwa kasus asusila (pencabulan) terhadap anak didiknya yang masih dibawah umur, divonis penjara lima oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (10/11/2016) lalu.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim, Windi Ratna Sari didampingi dua hakim anggota Guntur Kurniawan dan Awani Setyowati menyatakan, perbuatan cabul yang dilakukan pria yang kini menderita lumpuh tersebut terhadap anak dibawah umur sebagaimana dalam dakwaan primer melanggar pasal 83 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

”Terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak di bawah umur untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,”ujar hakim.

Sebelum menjatuhkan hukuman, kata hakim, pihaknya mempertimbangkan beberapa hal, yakni hal yang memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan perbuatan terdakwa merusak masa depan anak dibawah umur dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa merupakan penyandang disabilitas.

“Akibat perbuatan terdakwa yang telah terbukti di dalam persidangan kami majelis hakim menjatuhkan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 300 Juta subsider satu bulan kurungan,” ucap hakim.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukum (PH) nya menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga diucapkan Zaldi Akri, JPU dari Kejari Tanjungpinang. Sebab vonis yang dijatuhi majelis hakim lebih ringan dua tahun dari tuntutan yang dibacakan dalam sidang sebelumnya.

kasus pencabulan yang menimpa bocah yang sedang belajar mengaji dan dilakukan oleh gurunya tersebut terungkap berawal dari kecurigaan salah satu orang tua anak didiknya yang menemukan bercak darah di celana dalam anaknya, pada (22/3/2016).

Selanjutnya, orang tuanya itu pun menanyakan kepada anaknya yang usai peristiwa tersebut enggan pergi belajar mengaji.

Mendengar pengakuan dari anaknya bahwa korban di pegang dan kemaluannya di korek oleh terdakwa. Orang tua dari Bunga pun langsung melaporkan ke pihak berwajib.

Tak lama kemudian terdakwa pun diamankan pihak Kepolisian guna proses hukum lebih lanjut. (ias)

Respon Anda?

komentar