Jabatan Tetap Ditentukan Bupati, Hasil Uji Kompetensi hanya Jadi Pertimbangan

340
Pesona Indonesia
Peserta uji kompetensi di Aula Hotel Anambas Inn,Rabu (2/11/2016). Foto: Rasyid/batampos
Peserta uji kompetensi di Aula Hotel Anambas Inn,Rabu (2/11/2016). Foto: Rasyid/batampos

batampos.co.id – Pemkab Anambas sudah selesai melaksanakan Assesment uji kompetensi pegawai beberapa waktu lalu. Sedikitnya ada 98 pegawai yang mengikuti Assesment tersebut.

Hasil dari assesment tersebut diperkirakan akan keluar pada pertengahan Desember mendatang. Namun, meski demikian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas mengumumkan hasilnya secara terbuka.

Sekertaris Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Kepulauan Anambas Rusmanda, mengatakan, untuk hasil uji kompetensi tersebut yang tahu hanya tim penguji yakni dari biro Pelayanan dan Inovasi Tekhnologi (BPIP) yang bekerjasama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

“Mengenai hasil penilaian nantinya kita tidak bisa berikan karena itu yang tahu hanya BPIP, lagi pula itu masalah kepribadian seseorang,” ungkap Rusmanda kepada wartawan Kamis (10/11/2016).

Menurutnya meskipun hasil uji kompetensi seorang pegawai tinggi namun belum tentu dapat menempati suatu jabatan tertentu karena tes tersebut sejatinya hanya digunakan untuk melihat kesesuaian pegawai untuk menempati suatu jabatan. Kewengangan penuh tetap ada pada kepala daerah.

“Untuk menempati suatu jabatan kepala daerah perlu melihat kesesuaian, makanya diadakan uji kompetensi ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Disisi lain, salah satu anggota DPRD Anambas Nur Adnan Nalla, mendukung adanya assesment bagi para pegawai. Pasalnya hal tersebut dapat membantu kepala daerah agar bisa menempatkan pegawai ditempat yang sesuai dengan kemampuan.

“Pejabat harus bekerja sesuai dengan backgroud,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah selama delapan tahun penempatan pejabat di Anambas sudah sesuai dengan backgroud, dirinya mengaku belum seutuhnya demikian. Masih ada beberapa pegawai yang kurang pas pada posisinya meski dirinya tidak menyebutkan siapa dan dinas apa saja.

Yang dirinya tekankan, jika pemerintahan baru berpedoman kepada pemerintahan lama, maka soal penempatan posisi pejabat pastinya sudah sesuai karena tinggal memperbaiki saja kekurangan-kekurangan pemerintahan lama.

“Jika ada pegawai atau pejabat yang menempati jabatan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan pendidikan, bisa digeser dan pejabat yang sudah sesuai bisa dipertahankan diposisinya,” tegasnya. (sya)

Respon Anda?

komentar