Jokowi Minta Umat Islam Tak Demo 25 November, Ini Alasannya!

2456
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo di gendong personel Brimob. Foto: Fatan Sinaga/JPNN
Presiden Joko Widodo di gendong personel Brimob. Foto: Fatan Sinaga/JPNN

batampos.co.id – Rencana aksi demo Bela Islam Jilid III pada 25 November 2016 direspon presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia meminta agar umat Islam tidak lagi melakukan demo karena polisi sudah memenuhi tuntutan pengunjuk rasa agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum terkait dugaan penistaan agama Islam.

“Kita mengharapkan agar sudah tidak ada demo-demo lagi karena proses hukum sudah dilakukan,” ujar Jokowi di Markas Korps Brimob Jalan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016).

Ya, Jokowi untuk kali pertama sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia mengunjungi Mako Brimob di Depok Jabar.

Dalam arahannya kepada jajaran Brimob, Presiden Jokowi mengapresiasi Korps Brimob yang telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada persatuan dan kesatuan bangsa.

“Korps Brimob telah mengabdikan diri sepenuhnya untuk menjalankan tugas negara yang tidak ringan. Saya tahu tidak ringan yakni memberikan perlindungan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Semua anak bangsa harus dilindungi diayomi,” ujar Jokowi di hadapan jajaran Brimob.

Setelah memberikan pengarahan dan berjabat tangan dengan puluhan personel Brimob, Jokowi tiba-tiba digendong saat foto bersama.

Suasana keakraban terlihat antara Jokowi dan jajaran Brimob yang berfoto dengannya.

Setelah sempat berdialog bersama beberapa perwira, Jokowi yang didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Seskab Pramono Anung kemudian meninjau sejumlah peralatan senjata korps Brimob. (jpnn/jpg)

Respon Anda?

komentar