Kemenpar Raih Penghargaan China Travel Award 2016

276
Pesona Indonesia
Menpar Arief Yahya. Foto: kemenpar
Menpar Arief Yahya. Foto: kemenpar

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia kembali menorehkan tinta emas di mata internasional. Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu sekali lagi mendapatkan penghargaan di ajang China Travel Award 2016 Ceremony yang akan digelar di Zhongsan Donger Road, Shanghai Tiongkok, 15 November 2016, mendatang.

Award ini menjadi bermakna, karena diberikan oleh lembaga yang menjadi pasar utama Indonesia, yakni Tiongkok.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara rencananya akan menerima penghargaan membanggakan tersebut dalam acara puncak. Ukus mengatakan, proses pemilihan pemberian penghargaan tersebut sangat detail dan sudah dilaksanakan sejak bulan Mei 2016 hingga waktu pengumuman November 2016.

”Kami sudah mendapatkan kabar melalui undangan resmi bahwa Indonesia memenangkan beberapa kategori, semoga saja ini membawa manfaat untuk pariwisata Indonesia dan memantik kami untuk terus mengejar target tahun 2019 yaitu 20 juta Wisatawan mancanegara,” ujar pria asli Jawa Barat itu.

Kategori yang ditetapkan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) China Travel Award 2016 adalah; China’s Top 100 Hotels, China’s Best New Hotels, China’s Best Boutique Hotels, Best Recommended Service A d Apartment, Top 10 AirLines, Best Recommended Cruise Lines, My Favorite Travel Destinations, The Next Travel Destinations, The Next Travel Destinations.

Kategori ini persis dengan agresivitas traveller China yang kian menjelajah dunia, di semua benua, termasuk ke Indonesia.

Selain itu, Panpel juga akan memberikan penghargaan dengan kategori, Recommended Travel Agency, Top Institutions of Tax, Top Institutions of Tax Refund and  Tax Free, My Favorite Domestic Destinations, Recommended Travel Outfits, Reader-Selected Hotels dan Recommended AirLines.

Menurut Ukus, penghargaan yang akan diraih oleh Kemenpar tidak lain berkat perjuangan Kemenpar dan petinggi bangsa Indonesia yang terus mempromosikan Indonesia di Tiongkok di berbagai lini. Salah satunya perjuangan Presiden Joko Widodo yang mengunjungi Shanghai, September silam.

Seperti diketahui, Jokowi meminta Kemenpar dan seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Tiongkok untuk kampanye dan mempromosikan wisata Indonesia.

Presiden meminta semua stakeholder untuk mengajak masyarakat Tiongkok menikmati eksotisme alam dan keindahan budaya nusantara. Ukus juga menambahkan, outbound atau orang Tiongkok yang bepergian ke luar negeri tahun 2015 saja ada 120 juta orang. Yang ke Thailand sudah 8 juta wisman. Ke Korea, Hongkong dan Jepang jumlahnya sangat signifikan. Yang ke Indonesia baru 1%, masih di angka 1,2 juta orang.

Tapi tahun ini, angka wisman asal Tiongkok mulai meledak dan menggeser Australia di posisi ketiga, setelah Singapore dan Malaysia. Selama ini, turis Tiongkok di bawah angka capaian Negeri Kanguru Australia.

“Sekarang sudah menggeser Australia, termasuk yang ke Pulau Bali, jumlah Wisman Tiongkok lebih besar hingga bulan ke-7 tahun 2016, tentu ini juga berdampak kepada penghargaan yang akan kami raih di Shanghai,” ungkap pria asal Kuningan, Jawa Barat itu.

Presiden Joko Widodo juga sempat membandingkan dengan Malaysia, yang sudah dikunjungi 24 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam satu tahun. Thailand lebih hebat lagi, didatangi oleh 28 juta wisman. Indonesia tahun 2015 dikunjungi 10,4 juta (wisman) atau naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Tapi itupun masih kalah jauh dibandingkan dengan dua negara tetangga itu, Malaysia dan Thailand.

“Padahal tempat yang indah-indah di kita itu banyak sekali. Apa yang keliru? Apa yang salah? Tahun 2019 targetnya harus sudah di atas 20 juta (wisman),” tegas Presiden Jokowi saat itu.

Indonesia memang mulai mendapatkan reaksi yang bagus dari pasar Tiongkok. Di Manado saja, mulai bulan Juli-Agustus lalu terjadi peningkatan turis hingga 1.000 persen karena ada direct flight dari empat provinsi dan 6 kota di sini (Tiongkok). Sekarang di Manado banyak dibangun restoran, hotel dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kemenpar juga terus berusaha menggenjot dan mengkonkretkan target 20 juta tahun 2019 itu terealisasi dengan baik. Tahun 2016 ini, targetnya 12 juta, sampai bulan Juli masih on the track.

“Konsentrasi kami adalah membuat 3A di 10 destinasi prioritas atau 10 Bali Baru dan 3 greater Bali, Jakarta dan Kepri. Atraksi, Amenitas dan Aksesnya. Terutama akses yang konkret membawa wisatawan terbang ke tanah air,” tambah Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara, Profesor I Gde Pitana.

Ke-10 top destinasi yang sering disebut 10 Bali Baru itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Temgger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (inf)

Respon Anda?

komentar