Mantan Dandim Batam Pimpin PSSI, Mantan Panglima TNI Legowo

613
Pesona Indonesia
edy rahmayadi merayakan kemenanganya sebagai Ketua Umum PSSI 2016-2020 bersama dengan para pendukungnya di hotel Mercure Ancol, Jakarta (10/11/2016). foto:wahyudin/jawapos
Letjen Edy Rahmayadi merayakan kemenanganya sebagai Ketua Umum PSSI 2016-2020 bersama dengan para pendukungnya di hotel Mercure Ancol, Jakarta (10/11/2016). foto:wahyudin/jawapos

batampos.co.id – Mantan Dandim 0316 Batam yang kini menjabat Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi resmi menjabat ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020.

Dalam voting, Edy berhasil mengungguli calon ketua umum lainnya. Termasuk seniornya di TNI, mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dengan raihan suara sangat mutlak, yaitu 76 berbanding 23.

Calon lainnya Kurniawan Dwi Yulianto, Benhard Limbong, dan Sarman El Hakim tidak mendapat suara. Sementara Eddy Rumpoko hanya mengoleksi satu suara.

Sementara itu, ada tujuh suara yang tak sah karena memilih dua nama atau tak sesuai aturan. Hal ini terbilang mengejutkan karena awalnya persaingan Edy dan Moeldoko diyakini akan sengit.

Dua nama lain yang sebelumnya masuk di dalam daftar caketum, dinyatakan mundur. Mereka adalah Erwin Aksa dan Djohar Arifin Husin.

Sementara itu, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko bersikap kesatria dan legowo usai gagal menjabat sebagai ketua umum PSSI periode 2016-2020.

Moeldoko kalah bersaing dengan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, yang notabene merupakan mantan anak buahnya di TNI.

Usai pemungutan suara, Moeldoko, langsung meninggalkan arena kongres. Meski terkesan tak acuh dengan hasil voting, Moeldoko mengaku legowo menerima hasil pemungutan suara.

“Kongresnya bagus. Saya ucapkan selamat. Semoga PSSI ke depannya lebih bagus lagi. Tidak (kecewa), ini biasa dalam berdemokrasi,” ucapnya.

Saat disinggung terkait proses pemilihan dan adanya mekanisme diusirnya Caketum PSSI Djohar Arifin dari arena kongres, dia tak mau terlalu ikut campur.

“Pemilihan baik, berjalan dengan mekanisme yang benar. Soal itu (pengusiran) jangan tanyakan saya,” ujar dia. (rap/dkk/jpnn/ira/JPG)

Respon Anda?

komentar