Minta Nelayan Jadi Petani, Kades Resang Minta Bimbingan Pemkab

634
Pesona Indonesia
Hanafi, kepala Desa Resang, Lingga. Foto: wijaya satria/batampos
Hanafi, kepala Desa Resang, Lingga. Foto: wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kepala Desa Resang Hanafi meminta Pemkab Lingga untuk memberikan bimbingan serta pemahaman kepada warga desa Resang agar dapat merubah pola fikir nelayan agar mau menjadi petani.

Hal ini diutarakan Hanafi setelah tercetaknya lahan persawahan sebanyak 100 hektare di desa yang dipimpinnya saat ini.

“Keinginan saya agar masyarakat Resang yang mengelola sawah. Untuk itu, perlulah bimbingan dari SKPD terkait untuk memberikan sosialisasi agar merubah mindset masyarakat,” kata Hanafi ketika ditemui di Dabo Singkep, Kamis (10/11/2016) pagi.

Tidak seperti desa lain yang juga mendapat program pertanian padi dan mempekerjakan transmigran, Hanifi menginginkan jika sawah tersebut dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang beranggotakan warga Desa Resang sendiri. Dengan kata lain, Kades berusia muda ini memberdayakan warganya terlebih dahulu.

Hanafi juga tidak berkeinginan merubah secara total pola hidup masyarakat yang selama ini mencari nafkah di laut dan menjadi petani. Namun dia menginginkan warga dapat meningkatkan taraf hidup dengan dua mata pencaharian.

Lebih lanjut Hanafi mengatakan, target yang akan dilakukan untuk pemetaan lahan di Desa Resang ini seluas 254 hektare. Saat ini pengerjaan pemetaan lahan sawah bekerjasama dengan TNI AD telah berjalan menghasilkan 100 hektare lebih. Tahun depan, awal bulan keseluruhan lahan telah dapat ditanam.

Selain 254 hektare target yang akan diselesaikan ini, Hanafi juga berkeinginan untuk menambah lahan yang ada di Desanya untuk dirubah menjadi pertanian sawah, “jika ini berhasil, kami juga telah memiliki lahan seluas 300 hektare untuk dijadikan sawah lagi,” ujar Hanafi.

Tidak tanggung-tanggung, Hanafi membutikan keseriusannya dalam bidang pertanian untuk meningkatkan perekonomian warga Resang. Hanafi juga menyediakan lahan seluas 100 hektare untuk dijadikan perkebunan kelapa.

“Semua saya lakukan untuk meningkatkan taraf hidup warga Resang yang selama ini hanya berfokus pada nelayan. Namun ada pendapatan samping lainnya. Sekaligus untuk mencapai taraf desa yang mandiri,”kata Hanafi. (wsa)

Respon Anda?

komentar