Nama Antasari Tetap Harum di Kalangan Pegawai KPK

882
Pesona Indonesia
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang juga Ketua Wadah Pegawai KPK. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang juga Ketua Wadah Pegawai KPK. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Meskipun Antasari Azhar pernah dipenjara atas tuduhan menjadi aktor pembunuhan, namun semua itu tak membuat pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melupakannya.

Nama Antasari bahlan tetap harum di mata para pegawai KPK. Apalagi mereka yakin Antasari tak bersalah.

Para pegawai KPK yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK menyatakan tetap menganggap Antasari Azhar sebagai bagian dari keluarga besar lembaga tersebut. Para pegawai berharap mantan ketua KPK itu tetap dapat mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Bahwa Pak Antasari adalah bagian dari keluarga besar KPK. Seperti apapun, Beliau pernah sebagai ketua KPK, dan tentu kami memberikan penghormatan kepada Beliau,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK Novel Baswedan di gedung KPK, Jumat (11/11/2016).

Novel mengatakan, para pegawai mengundang Antasari dalam perayaan ulang tahun ke-sembilan Wadah Pegawai KPK. Namun, karena alasan tertentu, Antasari batal hadir ke gedung KPK.

Namun, Novel mengaku bahwa beberapa pegawai KPK datang menemui Antasari. Pegawai KPK secara langsung memberi dukungan kepada Antasari.

“Yang pertama kami harapkan doa Beliau. Kedua, kami berharap melalui porsinya, Beliau bisa melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan pemberantasan korupsi,” ujar Novel.

Antasari bebas dari Lapas Tangerang pada 10 Oktober kemarin. Dia bebas setelah menjalani masa pidana selama tujuh tahun enam bulan dari vonis hakim selama 18 tahun penjara atas pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

Sejak 2010, total remisi yang dia peroleh selama 4 tahun 6 bulan. Dengan demikian, total masa pidana yang sudah dijalani, yakni 12 tahun.

Mantan Ketua KPK itu berhak mendapat bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga dari vonis 18 tahun penjara. (put/JPG)

Respon Anda?

komentar