Presiden Mengaku telah Tegur Kapolri

2941
Pesona Indonesia
Presiden bertemu dengan ulama
Presiden bertemu dengan ulama

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengaku sudah memberi teguran kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena menafsirkan pernyataan calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tentang isi ayat Alquran yang oleh kalangan Islam dituduh sebagai penistaan agama. Padahal, saat ini Basuki alias Ahok sedang diperiksa polisi.

Jokowi menyampaikan hal tersebut kepada para ulama yang dia undang ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11).

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Serang, Sidrajat Ardani mengatakan awalnya dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu ia menyampaikan kritik terhadap Kapolri.

Ia menilai, pernyataan Kapolri tersebut justru membuat netralitas kepolisian dipertanyakan dalam mengusut kasus Ahok.

“Kami sudah secara lantang menyampaikan kepada Bapak Presiden kegaduhan setelah 4 November adalah aparat keamanan, terutama polisi mendahului menafsirkan kata ‘pakai’,” kata Sidrajat.

Menurut Sidrajat, Jokowi langsung menegur Tito atas pernyataannya yang disampaikan ke media itu. Jokowi mengakui pernyataan Tito memang tidak tepat.

“Di situ Presiden mengakui dan sudah menegur pihak kepolisian,” ucap Sidrajat.

Hal serupa disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Banten Matin Sarqowi. Ia mengatakan, seharusnya kepolisian tidak sembarangan menyampaikan pernyataan yang mendahului.

“Karena itu bukan ranahnya kepolisian. Ranah polisi adalah penyelidikan dan penyidikan. Presiden sudah menegur,” tambah dia.

Sebelumnya Kapolri Tito sempat menjelaskan mengenai perbedaan makna dari ada dan tidaknya kata ‘pakai’ dalam omongan Ahok. Hal itu disampaikan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Sabtu (5/11) lalu.

“Kami tanyakan ke ahli bahasa. Pengertiannya kalau dibohongi ayat Al Maidah 51, dibohongi pakai ayat Al Maidah 51, itu kan sangat beda sekali,” ujar Tito saat itu.

“Kalau yang pertama, ‘dibohongi Al Maidah 51, itu pasti yang dikatakan bohong adalah ayatnya. Tapi kalau ‘dibohongi pakai Al Maidah 51’, bukan ayatnya tapi orangnya. Jangan percaya kepada orang,” katanya.

Namun Kapolri membantah bahwa ia menafsirkan ucapan Ahok. Tito mengaku hanya mengutip tafsir yang disampaikan ahli agama dan bahasa kepada penyidik. (idr/jpgrup)

Respon Anda?

komentar