Suharyono, Anak Buah Santoso Tewas Diterjang Peluru

806
Pesona Indonesia
Santoso Cs, gembong militan paling dicari Polri saat masih hidup. Orang kepercayaanya, Basri, juga berhasil dibekuk, Rabu (14/9/2016). Foto: istimewa
Santoso Cs, gembong militan paling dicari Polri saat masih hidup. Orang kepercayaanya, Basri, juga berhasil dibekuk, Rabu (14/9/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Tim dari Satuan Tugas Tinombala kembali menembak mati satu anak buah kelompok militan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (10/11/2016) pukul 14.50 WITA.

Kontak senjata ini bermula saat petugas tengah melakukan penyisiran di Dusun Kuala Air Teh Desa Salubanga Kecamatan Sausu Kabupaten Poso.

Tim Satgas melihat dua orang tidak dikenal, diduga kelompok di bawah pimpinan almarhum Santoso alias Abu Wardah itu, sekira pukul 13.00 WITA. Dua orang tidak dikenal itu membawa parang dan menggunakan topi koboi warna coklat. Keduanya diduga mencari bahan makanan di kebun milik warga.

Kemudian petugas melakukan tembakan peringatan tapi kedua orang itu malah melarikan diri ke arah barat daya. Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap mereka.

Keduanya lantas melempar bom lontong ke arah petugas. Petugas membalas dengan tembakan dan mengakibatkan satu orang meninggal di lokasi kejadian. Satu lagi kabur ke arag barat daya.

“Tim Identifikasi dan tim evakuasi Satgas Tinombala masih melakukan evakuasi dikarenakan medan yang sangat berat, evakuasi sementara Jenazah yang meninggal dunia diamankan di belakang gereja Dusun Kuala air Teh Desa Salubanga Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong,” ucap Agus Rianto, Jumat (11/11/2016).

Selain itu, Satgas juga mengamankan beberapa barang bukti yakni satu buah tas ransel, tiga bom lontong, satu kompas,satu gergaji, satu botol obat-obatan, satu terpal, satu baju, satu sarung, dua buah KTP masing-masing atas nama Habib Zakaria dan Abdul Majid.

Lalu ada satu kartu keluarga, satu bungkus nasi, beras seperempat kilogram, lima pepaya, satu jaket dan satu botol minuman.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, pihaknya telah berhasil mengevakuasi dan mengidentifikasi terduga teroris yang tewas. Saat ini, jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

“Jenazah tadi malam sudah bisa dilaksanakan evakuasi dari TKP Desa Salubanga. Pukul 04.15 Wita tadi, sudah tiba di RS Bhayangkara Palu,” ujar Agus, Jumat (11/11/2016).

Jenderal bintang satu ini menambahkan, hasil identifikasi sementara menunjukkan, terduga teroris memiliki ciri-ciri muka bulat, rambut keriting, dan memiliki dua tato gambar wanita di punggung dan satu tato di kaki.

Petugas juga telah mengatongi identitas jenazah. Terduga anak buah Santoso yang ditembak mati itu diketahui bernama Suharyono alias Yono Sayur alias Pak Hiban.

“Tanda khusus dua tato gambar wanita di punggung dan satu tato di kaki. Telah ditunjukkan foto wajah dan tato kepada pihak keluarga,” jelas Agus.

Mantan Kabag Penum Divisi Humas ini juga mengatakan, Suharyono merupakan satu dari 10 daftar pencarian orang (DPO) kelompok Santoso yang tersisa. Dia terlibat dalam penembakan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi pada 2016 lalu.

“Yang bersangkutan merupakan pelaku, atau pengendara motor yang memboncengkan pelaku penembakan Kapolres Poso tahun 2016, yang sekarang jadi Kapolda Sulteng,” pungkas Agus. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar