Trump Menang, California Minta Pisah dari AS, #Calexit Mulai Viral

1002
Pesona Indonesia
Warga California yang menolak dipimpin Trump meminta keluar dari negara bagian AS. Foto: F3 News
Warga California yang menolak dipimpin Trump meminta keluar dari negara bagian AS. Foto: F3 News

batampos.co.id – Penolakan warga Amerika Serikat terhadap terpilihnya Donald Trump sebagai presiden makin serius. Sejumlah negara bagian mulai menyuarakan perpisahan dengan AS. Salah satunya California. Tanda tagar #Calexit menjadi viral di media sosial.

Saat ini, muncul gerakan “Yes California”. Gerakan ini wujud nyata penolakan sebagian besar warga AS atas kemenangan Trump.

Wajar saja warga California minta berpisah karena ternyata hampir 60 persen pemilih di negara bagian AS itu pendukung Hillary Clinton.

CNN melaporkan, kampanye berisi serukan dibentuknya referendum kemerdekaan bagi California agar bisa memisahkan diri dari konstitusi AS terus mencuat.

“Sebagai ekonomi terbesar keenam di dunia, California memiliki kekuatan ekonomi lebih besar dari Perancis dan memiliki jumlah populasi warga lebih besar dari Polandia. Poin per poin, California dapat bersaing dengan negara lain, tidak hanya dengan 49 negara bagian di AS saja,” bunyi pernyataan yang dikutip dari situs resmi kampanye tersebut.

Warga California menamakan kampanye ini sebagai #Calexit, meniru gerakan Brexit yang sukses menghantarkan Inggris keluar dari Uni Eropa pada Juni lalu.

Gerakan #Calexit sebenarnya sudah pernah mencuat di masa lalu ini, namun kembali menarik perhatian warga California pada Rabu (9/11/2016) malam waktu setempat, berselang beberapa jam setelah hasil hitung cepat menunjukkan Trump memenangi pilpres.

Para pendukung gerakan #Calexit mengusulkan referendum ini terlaksana pada 2019 mendatang.

Sama seperti referendum Inggris dari Uni Eropa, referendum ini mengizinkan warga untuk memilih apakah California harus menjadi sebuah negara yang independen atau tetap menyatu dengan AS.

Ribuan warga California memprotes kemenangan Trump berkumpul di Balai Kota Los Angeles pada Rabu malam meneriakan “¡Si se puede!” dalam bahasa Spanyol yang berarti “Ya, ini mungkin!” atau “Ya bisa” merujuk pada referendum California. Sebagian demonstran meruapakan warga keturunan Amerika Latin.

Berbagai aktivis juga menyorakan seruan #NotMyPresident sebagai bentuk protes keras terhadap hasil pemilu AS yang melenggangkan jalan mantan bintang televisi itu menuju Gedung Putih.

“Saya datang kemari untuk melepaskan banyaknya ketakutan yang saya rasakan saat mengetahui hasil pemilu (kemenangan Trump),” ucap salah satu demonstran, Nick Powers, kepada CNN.

Berbagai politikus menyatakan pemisahan California dari AS tidak mungkin terjadi. Mantan Gubernur Texas, Rick Perry pernah menyarankan negara bagiannya itu untuk meninggalkan AS pada 2009 lalu seiring munculnya kembali Tea Party Movement – gerakan politik Amerika yang dikenal konservatif dan menyuarakan penerapan pajak rendah untuk kesejahteraan ekonomi warga AS. (sumber: CNN/CNNindonesia)

Respon Anda?

komentar