57 Orang Batam Meninggal Karena HIV dan AIDS

914
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sepanjang tahun 2016 ini, sebanyak 57 orang telah meninggal dunia yang disebabkan virus  Human Immuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan dari Januari hingga September ditemukan  sebanyak 508 kasus HIV, 195 AIDS, dan 57 diantaranya meninggal dunia.

Tingginya angka penderita HIV dan AIDS menjadikan Batam sebagai salah satu Kota endemi penyakit mematikan ini.

Dilihat dari usia kelompoknya, usia 25-49 tahun menduduki peringkat pertama dengan jumlah penderita mencapai 267,  disusul peringkat kedua usia 20-24 sebanyak 39 penderita, usia 50 tahun keatas 15 penderita, usia 15-19 tahun tiga penderita, dan sembilan penderit masih balita.

Sebelum dinyatakan benar-benar positif, virus HIV dan AIDS ini memerlukan waktu lima hingga 10 tahun untuk bisa terdeteksi.

“Jika usia 25 tahun sudah positif, bearti virus sudah mulai menggerogoti  penderita sejak bangku sekolah,” kata dia.

Saat ini Kepri menduduki peringkat ke 11 dengan jumlah penderita HIV dan AIDS terbanyak se Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan  tahun 1992, tercatat sebanyak 6.881 kasus, 673 diantaranya meninggal dunia.

Pemerintah selalu berupaya untuk menekan bertambahnya jumlah penderita. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan seperti, membentuk pendidik sebaya atau duta HIV dan AIDS, sosialisasi di setiap puskesmas, dan mengajak warga untuk ikut tes Voluntary Counseling Test (VCT).

” Itu salah satu langkah dini untuk mencegah penyebaran virus tersebut, semakin cepat penderita mengetahui penyakitnya, semakin cepat mendapat penanganan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengusulkan Batam memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait HIV dan AIDS. Seperti diketahui penderita sangat susah diterima dilingkungan tempat dia tinggal.

“Karena mereka (lingkungan, red) takut tertular. Nah melalui Perda ini mereka akan memperoleh perlindungan, termasuk terjaminnya kehidupan penderita,” tuturnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar