Berita Bohong Batam Dilanda Rusuh Menyasar Etnis Tionghoa Beredar di Singapura

19420
Pesona Indonesia
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Berita bohong (hoax) tentang Batam yang sedang dilanda kerusuhan antaretnis beredar luas di Singapura.

Ironisnya, berita bohong itu menyebut kalau kerusuhan besar itu menyasar etnis Tionghoa.

Pemberitaan yang dapat meruntuhkan pariwisata Batam tersebut dibenarkan wisatawan Singapura.

“Iya benar, tadi pagi sebelum berangkat ke Batam. Saya dapat message (pesan,red) dari teman, ia mengatakan ada kerusuhan etnis di Batam,” kata Zulkifli kepada Batam Pos, Sabtu (12/11/2016).

Dari pesan tersebut, temannya meminta agar Zulkifli dapat menjaga istrinya, agar terhindar dari kerusuhan tersebut. Pasalnya istri Zulkifli keturunan Tionghoa.

“Saya juga dapat dari pandu pariwisata sana (Singapore, red),” ujarnya.

Tapi peringatan ini tak terlalu dipikirkan Zulkifli. Pria yang bekerja di salah satu perusahan industri di Singapura tersebut, merasa Batam sudah menjadi rumah kedua baginya. Karena dirinya sudah sering bolak-balik ke Batam.

Namun, Zul menemukan kondisi yang aman-aman saja saat tiba di Batam, tidak seperti kabar yang beredar di negaranya.

“Tenang seperti biasa, dimana ada rusuhnya. Saya dari pelabuhan dan udah berkeliling ke beberapa tempat. Semuanya sama saja, tak ada yang rusuh,” ungkapnya.

Hal yang senada diungkapkan Rozi Qwan. Sejak Sabtu (12/11) pagi ia sampai di Batam, tak terlihat kerusuhan yang digembar-gemborkan di Singapura.

“Aman-aman saja, saya ke sini ingin rehat makan enak. Dan tentunya massage (pijat), di sini paling top,” ujarnya.

Perawat di salah satu rumah sakit di Singapura tersebut mengatakan setiap ke Batam dirinya selalu membawa teman. “Sudah sering bolak balik ke sini, sama teman, kawan dan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya berita palsu tersebut tak patut beredar. Seharusnya ada kroscek sebelum mengedarkan pemberitaan tersebut.

“Orang di sini baik-baik, ramah senyum,” ucapnya.

Menanggapi pemberitaan ini, Ketua Asita Kepri, Andikan Liem mengatakan sangat menganggu iklim wisata di Batam.

Banyak wisatawan dan travel Singapura mempertanyakan kondisi Batam.

“Mereka semuanya bertanya-tanya, ada apa dengan Batam. Padahal Batam aman dan damai,” ujarnya.

Andika menunjukkan foto-foto yang menjadi viral di Negeri Singa itu. Dimana warga keturunan Tionghoa menjadi sasarannya.

Lalu diperlihatkan foto rumah yang terbakar, dan warga yang sedang bergerombol.

Ternyata foto yang diambil tersebut adalah bentrok eksekusi lahan yang terjadi di Bengkong beberapa waktu lalu.

“Jadi beritanya diplesetkan. Kejadian sebenarnya sudah lama. Tapi dibuat seolah-olah terjadi hari ini. Dan itu kejadian karena sengketa lahan antar pengembang dengan warga,” ucapnya.

“Tak ada hubunganya sama etnis, dan itu pun sudah tak ada lagi ribut. Dan ribut-ribut hanya terjadi di wilayah dekat perumahan itu saja,” lanjutnya.

Andika khawatir kabar ini semakin liar bila dibiarkan berlama-lama. Karena dampaknya akan langsung berpengaruh pasa iklim wisata di Batam.

“Ini bisa membuat wisatawan mancanegara tak berani datang ke Batam. Kami sangat menyangkan adanya berita yang tak bertanggungjawab ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kompes Pol Helmy Santika, memastikan situasi dan kondisi Batam tetap aman.

Isu adanya kerusuhan antaretnis sengaja dibesar-besarkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kita yang tinggal di Batam bisa merasakan sendiri situasi dan kondisinya (aman),” kata perwira berpangkat tiga mawar di pundaknya ini.

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta seluruh pihak agar tidak memperkeruh dan memperbesar informasi bohong tersebut. Karena hal tersebut bisa merugikan Kota Batam, sebagai daerah yang menjadi destinasi wisata.

Kini, pihak Kepolisian sedang mencari sumber yang menyebarkan informasi tersebut. “Kalau ditanya kita (polisi) pasti ada upaya (mencari sumber),” tutupnya.(ska/hgt/bp)

Respon Anda?

komentar