3.551 Prajurit TNI Unjuk Kebolehan Perang di Natuna

1449
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meninjau langsung puncak latihan taktis antarkecabangan (Lattis Ancab) itu di Tanjung Datuk, Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (13/11/2016). Foto: Jawapos
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meninjau langsung puncak latihan taktis antarkecabangan (Lattis Ancab) itu di Tanjung Datuk, Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (13/11/2016). Foto: Jawapos

batampos.co.id – Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengasah kemampuan tempur mereka.

Mengambil tempat di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Sebanyak  3.551 prajurit unjuk kekuatan itu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa militer Indonesia tak bisa dianggap remeh.

Minggu kemarin (13/11/2016), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meninjau langsung puncak latihan taktis antarkecabangan (Lattis Ancab) itu di Tanjung Datuk, Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kedua pimpinan militer itu menaiki Tank Angkut M113 yang pengemudi dan penembaknya diawaki Kowad. Peninjauan bergerak dari titik tinjau sampai ke sasaran di Pulau Pendek yang diskenariokan sebagai tempat musuh.

Jenderal Gatot mengapresiasi latihan tempur di Laut Natuna. Dia juga merasa bangga terhadap seluruh prajurit yang terlibat dalam latihan. “Semoga berjalan sukses, lancar, dan aman,” terang dia. Dengan latihan itu, prajurit akan semakin terlatih dan hebat di medan tempur.

Sementara itu, KSAD Jenderal Mulyono menyatakan, Lattis Ancab 2016 itu dilakukan agar unsur pimpinan tingkat brigade mampu melaksanakan prosedur hubungan komandan dan staf dalam suatu operasi tempur. “Serta mengasah keterampilan dan profesionalisme prajurit dalam hubungan  satuan,” terang dia.

Seperti manuver serangan, pemindahan pasukan dalam situasi taktis, kerjasama infanteri dan tank (KSIT), memberikan bantuan tembakan kepada satuan manuver, melaksanakan penembakan sasaran udara, dan mampu melaksanakan implementasi hukum HAM dan Humaniter.

Latihan tempur yang itu melibatkan prajurit dari satuan Brigif 13/1 Kostrad. Yaitu, Yonif Raider 303/SSM dan Yonif Raider 323/BP dengan perkuatannya. Seperti, Yonif Para Raider 501/BY, Yonif Para Raider 432/K, Grup 3/Sandha Kopassus, Yonif Mekanis 201/JY Kodam Jaya, Yonkav 1/BCC, Yon Armed 9/155/GS/P, Yon Armed 10/105, Yon Armed 10/Astros, Yon Armed 13/76/TRK, Yonarhanud 1/PBC, Yonzipur 9/LB, Yonbekang 1/TBY, Yonkes 1/YKU, Denpal Kostrad, Denhub Kostrad, Denpom Kostrad, Jet Ski dan Sea Raider Yonif 136/TS, Yonif Mekanis 412, Yonif Mekanis 413, Heli Puspenerbad, satuan Bantuan Administrasi (Banmin) dan di dukung oleh Satgas Intel serta Satgas Teritorial.

Menurut Mulyono, latihan Tahun ini melibatkan  3.551 prajurit dari berbagai kecabangan yang ada di TNI AD dan mengerahkan alutsista untuk mendukung pelaksanaan latihan.

Alutsista yang dikerahkan dalam latihan ini, diantaranya, Tank Leopard, Tank AVLB, Tank ARV, Ranpur Marder, Ranpur M 113 A1, Ranpur Anoa, Meriam 23mm/GB, Meriam 76 mm, Meriam 105 mm, Meriam 155 mm, Roket Astros, Helly MI 35, Helly MI 17, Helly Bel 412 dan Mortir 81.

Mulyono menyatakan, peserta latihan jangan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai. Dia mendorong prajurit agar lebih fokus dan semangat dalam menghadapi latihan berikutnya. “Mereka akan menghadapi latihan gabungan.

Menurut dia, pada 19 November nanti akan digelar Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) bersama-sama satuan khusus dari matra lain. Yaitu, TNI AL dan TNI AU. “Latihan itu rencananya akan ditinjau langsung Presiden Joko Widodo,” terang dia. (arn/lum/jpgrup)

Respon Anda?

komentar