Berharap Lapangan Kerja pada Pembukaan 20 Blok Migas di Natuna

941
Pesona Indonesia
Ilustrasi tambang lepas pantai. Foto: istimewa
Ilustrasi tambang lepas pantai. Foto: istimewa

batampos.co.id – Natuna sebagai ‘surga’ blok minyak dan gas mesti punya nilai manfaat buat anak-anak daerah. Setidaknya seperti ini yang diinginkan Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah. Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini, kalau keberadaan blok-blok baru migas di Natuna tidak mempunyai manfaat buat anak daerah sama dengan pelanggaran atas Peraturan Menteri (Permen) ESDM tentang Particapting Interest (PI) 10 persen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam Wilayah Kerja (WK) Migas.

“Jangan lupa dengan regulasi agar memberikan laluan kerja kepada anak daerah. Dengan begitu dapat mengurangi angka pengangguran, dan adanya regulasi ini juga memberikan ruang bagi daerah untuk mendongkrak pendapatan daerah. ” kata Iskandarsnyah, kemarin.

Tak dipungkiri Iskandarsyah, bahwasanya potensi blok-blok baru migas di Natuna adalah sumber daya alam yang amat kaya. Sehingga mesti ikut memberikan dampak yang lebih baik buat daerah asalnya. Tidak hanya buat Natuna, tapi juga Provinsi Kepri secara umum. Potensi besar di sektor kemaritiman semacam ini, sambung Iskandarsyah, yang mesti dilihat dengan mata terbuka dan mulai dipikirkan untuk dikelola secara lebih serius.

“Untuk mengakali defisit itu cuma dua. Yakni, mengurangi pengeluaran dan menambah pendapatan. Saya kira lebih menarik untuk menempuh opsi kedua itu. Kepri harus menambah pendapatan asli daerahnya,” ucapnya.

Iskandarsyah melanjutkan, selama ini lebih dari 90 persen PAD yang didulang Pemprov Kepri lebih kepada pajak kendaraan bermotor dan bahan bakar. Sebab itu perlu mulai memperlebar pola pikir untuk memaksimalkan potensi di sektir maritim. Salah satunya adalah blok-blok migas di Natuna itu.

“Sambil kita juga ikut menjemput, bahwa Presiden RI ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, dengan salah satu kuncinya adalah Kepri ini sendiri,” ujar Iskandarsyah.

Sebelumnya, dikabarkan akan tahun ini akan dilelang sebanyak 20 blok baru migas di kawasan Natuna dan Anambas. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak nilai Dana Bagi Hasil (DBH) Migas bagi Provinsi Kepri ke depannya.

Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Muhammad Darwin membenarkan hal itu.

“Dari sekian banyak blok, yang sudah masuk suratnya ke Provinsi Kepri baru tiga blok. Yakni Blok Durian, Blok Dorang, dan Blok Emas Putih. Sementara yang lain masih belum,” ujar Muhammad Darwin menjawab pertanyaan Batam Pos.

Dikatakan Darwin, untuk blok yang lain, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) baru sebatas menyurati Provinsi Kepri untuk berkonsultasi ke daerah. Kemudian baru melakukan penawaran wilayah kerja migas. Dijelaskannya, konsultasi yang dilakukan menyangkut tata ruang dan sosial geografis. Menurut Darwin, dari 20 blok yang ada, akan menghasilkan ratusan sumur migas.

“Bukan hanya perusahaan asing, Pertamina juga ikut melakukan pengelolaan migas di beberapa blok yang ada nantinya. Teknisnya seperti apa, masih akan dipertajam lagi nanti,” jelas Darwin. (aya)

Respon Anda?

komentar