Penuhi Kebutuhan Komponen Konstruksi di Asean, Perusahaan Raksasa Cina Hadir di Batam

656
Pesona Indonesia
Presiden direktur PT CCCII Shen Jianping menunjukan Tiang Pancang hasil produksi PT CCCII. Foto: PT CCCII untuk Batampos
Presiden direktur PT CCCII Shen Jianping menunjukan Tiang Pancang hasil produksi PT CCCII. Foto: PT CCCII untuk Batampos

batampos.co.id – Raksasa perusahaan konstruksi asal Cina, China Communication Construction Company (CCCC), melebarkan sayapya di Batam. Adalah PT China Communications Construction Industry Indonesia (CCCII) yang kini telah resmi beroperasi di Batam dan siap menyuplai kebutuhan konstruksi tidak hanya untuk dalam negeri, melainkan juga untuk negara-negara di Asia Tenggara (Asean).

Perusahaan ini berdiri di Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam. PT CCCII fokus dalam produksi tiang pancang dan precast untuk pondasi jembatan, pelabuhan dan bangunan besar lainnya dengan ruang lingkup industri dari semen dan kapur untuk konstruksi.

“Tahap pembangunan perusahaan memang belum semuanya selesai, tapi kalau ada order sekarang sudah bisa diproduksi,” kata Presiden Direktur PT CCCII, Shen Jianping, Minggu (13/11).

PT CCCII Batam, lanjut Shen, bertekad akan menjadi perusahaan yang bisa diandalkan sebagai penghasil tiang pancang yang berkualitas di negara Asean. Sebab hasil produksinya telah melalui uji laboratorium serta menyandang kualitas yang sudah diakui oleh berbagai lembaga sertifikasi di dunia termasuk salah satunya adalah lembaga sertifikasi konstruksi dari Singapura.

“Hasil produksi kami termasuk berukuran yang terbesar di Asean dengan panjang bisa mencapai 50 meter dan diameter terbesar saat ini 1,2 meter,” ujar Shen.

Bentuk tiang pancang dan precast yang diproduksi PT CCCII juga fleksibel sesuai yang diinginkan konsumen. “Kami punya bentuk standar produksi, tapi jika request juga dilayani. Namun itu butuh waktu lebih karena harus ada persiapan kerja terlebih dahulu,” kata Shen.

Perusahaan dengan nilai investasi 40 juta dolar AS itu saat ini sedang merampungkan proses pembangunan pelabuhan sebagai penunjang kegiatan industri ke depannya. Pembangunan perusahaan ini sudah dimulai sejak September tahun lalu.

“Target memang satu tahun sudah rampung, karena ada kendala sedikit, pelabuhan baru akan siap sekitar tiga bulan lagi,” kata Shen.

PT CCCII ini merupakan anak perusahaan dari CCCC di Cina yang sudah sangat dipercaya untuk konstruksi jembatan dan pelabuhan ternama di dunia. Selain di Batam, CCCC juga sudah mendirikan dua anak perusahaan di Jakarta, dan satu perusahaan di Karimun, Kepri.

“Induk perusahaan ini merupakan perusahaan berjenis Tbk di negara Tiongkok,” tutur Shen lagi.

Shen menjelaskan, nilai investasi perusahaan sekitar 40 juta dolar AS itu sudah termasuk untuk pembelian lahan, pengadaan alat produksi, workshop, hingga perizinan. Namun nilai investasi itu akan bertambah hingga 50 juta dolar AS jika semua bangunan dan fasilitas perusahaan sudah selesai dibangun.

“Pelabuhan belum rampung, kalau semuanya rampung (investasinya) sekitar 50 juta dolar AS,” kata Shen

Tenaga kerja yang bisa diserap oleh perusahaan ini sekitar 300 orang. Namun karena pembangunan perusahaan belum semuanya rampung, maka perusahaan ini baru mampu menyerap tenaga kerja sekitar 100 orang.

Shen menambahkan, dalam berproduksi pihaknya menggunakan mesin berteknologi tinggi dan otomatis agar menghasilkan produk berkualitas. “Sekitar 300 orang pekerja mungkin sudah cukup, karena mesin produksi sudah bisa menghasilkan produk secara otomatis,” kata Shen.

Meskipun belum beroperasi normal, Shen optimistis perusahaan tersebut akan berkembang dengan baik. Dia juga berharap dukungan dari pemerintah Indonesia baik untuk mempromosikan perusahaan tersebut ataupun mempercayakan proyek-proyek konstruksi pemerintah dengan menggunakan produk dari PT CCCII.

Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menerima PT CCCII untuk investasi di Batam dan memberikan kemudahan prosedur untuk pendirian perusahaan tersebut. Menurtunya, tahap pembangunan industri ini tergolong cepat. Itu karena ada kemudahan dari pemerintah dan bantuan kontraktor setempat. Mulai dari izin Amdal dan lainnya memang dipermudah.

“Kami apresiasi untuk semua kemudahan itu,” ujar Shen. (eja)

Respon Anda?

komentar