Perental Mobil, Waspadalah! Anda Jadi Sasaran Penipuan

1091
Pesona Indonesia
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto dan Kanit Reskrim Iptu Elwin (Baju Hitam) menunjukkan baju TNI, mobil dan para tersangka yang menggelapkan mobil rental saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Kamis (6/10/2016). Foto: Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Penipuan dengan modus sewa mobil rental sedang marak. Pengusaha rental diminta hati-hati. Salah satu korban bernama Dedi Irawan Hasibuan baru saja menjadi korbannya.

Hasibuan ditipu oleh orang yang berpura-pura menyewa mobil. Bahkan, sampai dua unit mobil sekaligus dengan waktu yang berbeda dan pelaku yang juga berbeda.

Dedi menjelaskan kronologis kejadin ini bermula dari, Nanang Mardyana yang memang sudah langganannya merental mobilnya mendatangi langsung ke rumahnya pada 21 Agustus 2016 lalu untuk merental mobil Avanza Veloz warna Silver.

“Nanang itu sudah langganan beberapa kali merental mobil saya. Secara emosi saya sudah dekat sama dia. Jadi percaya aja kalau dia mau rental mobil saya,” ungkapnya.

Kepada Dedi, Nanang mengaku waktu itu ia hendak menyewa mobil selama satu bulan, atas permintaan Hotel Radisson.

“Dia mau sewa satu bulan, saya kasi mobilnya, kemudian saya tanya mana duitnya? Terus dia bilang, aku mau tunjukin ke hotel dulu, setelah cocok nanti akan dibayar di depan,” terangnya.

Setelah kunci mobil dan foto copy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diberikan kepada Nanang, kemudian Nanang kembali meminta STNK asli kepada Dedi. Saat itu Nanang beralasan kepada Dedi bahwa yang meminta STNK asli itu adalah pihak hotel sebagai penyewa.

“Satu minggu kemudian dia membayar duit sewa sama saya sebesar empat juta tiga ratus untuk sewa mobil sebelumnya,” katanya.

Setelah membayar uang sewa mobil, kemudian Nanang kembali meminta kepada Dedi untuk menyediakan satu unit mobil Avanza Putih atas permintaan dari pihak hotel, pada 4 November 2016.

“Dia minta Avanza putih itu dia bilang kalau sekarang ini dia lagi di Solo, nanti kawan aku (Ismed, red) yang akan jemput ke sana,” ujarnya.

Dedi yang telah kenal baik dengan Nanang, lagi-lagi percaya dan kembali menyediakan dan memberikan satu unit mobil Avanza warna putih kepada Ismed. Namun, penggelapan yang akan dilakukan Nanang bersama Ismed akhirnya terbongkar, setelah Asep yang hendak membeli mobil rental itu menelpon ke bank BCA.

“Siang itu dia pinjam mobil saya, kemudian sorenya dia mau transaksi jual beli. Untungnya Asep ini jeli, dan menelpon ke BCA dan dibilang orang BCA kalau mobil itu milik saya. Lalu Asep menelpon saya, saya bilang sama dia, itu mobil saya dirental,” terangnya.

Setelah mendapatkan informasi dari Asep bahwa mobil yang direntalkannya hendak dijual oleh Ismed, kemudian Dedi pun menghampiri Asep dan Ismed bersama marketing Bank BCA untuk menjemput mobilnya ke Hotel Planet Holiday, Jodoh.

“Dari pengakuan temannya Nanang itu dia bilang kalau dia tidak tahu ini mobil rental. Nanang hanya suruh dia jual. Kemudian di cek surat-suratnya dipalsukan sama mereka. Dia memalsukan surat keterangan dari bank tentang Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil,” katanya.

Saat ditemui oleh Dedi, Ismed pada saat itu juga terlihat memakai mobil milik pengusaha rental mobil lainnya, Andi.

“Kawan ini (Ismed, red) waktu itu pakai mobil kawan saya juga. Kemudian saya bilang sama kawan saya kalau orang ini tak jelas. Kemudian dia tak percaya dan langsung dilacaknya,” ujarnya.

Setelah dilacak oleh Andi, ternyata ia juga menjadi korban dari Ismed. Mobil Avanza hitam milik Andi ternyata juga telah dijual oleh Ismed seharga Rp 50 juta kepada warga Batuaji.

“Dia kemarin itu minjam mobil Andi dua unit juga. Yang pertama dipakainya kemarin itu Ayla hitam, dan yang sudah dijualnya Avanza Veloz hitam seharga 50 juta. Dia menjualnya sama tetangga yang juga membeli mobil Avanza punya saya,” katanya lagi.

Meski merasa tertipu oleh Nanang dan Ismed, Dedi tidak melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Karena mobilnya telah ditemukan.

“Kalau lapor polisi nanti sulit. Kita harus urus surat-surat pinjam pakai. Nanti ribet, yang penting sekarang mobil sudah ketemu. Jadi nanti saya membawa marketing BCA aja untuk jemput mobil itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Yani yang menjadi korban membeli mobil rental ini mengungkapkan awalnya ia ditawar oleh pelaku untuk membeli mobil yang mengalami kredit macet oleh Nanang. Karena tergiur dengan harga yang murah ditawarkan oleh Nanang, kemudian Yani pun menyanggupi harga yang ditawarkan oleh Nanang.

“Alasan dia menjual kepada saya itu ada orang yang terdesak. Saya tidak terlalu mengetahui dalam urusan jual beli mobil. Kemarin saya beli mobil Avanza ini seharga empat puluh juta, dengan sisa angsuran tiga puluh bulan lagi,” ujarnya.

Setelah mengetahui mobil tersebut merupakan mobil rental yang dijualkan kepadanya, Yani pun melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Barelang atas dasar penipuan.

“Kejadian ini sudah saya laporkan tadi (kemarin) di Polresta Barelang,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar