PT Pelabuhan Kepri Garap Tanjungberakit

773
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Direktur Utama PT. Pelabuhan Kepri, Capt Jauhari mengatakan Pemerintah Pusat sudah menetapkan Tanjungberakit, Bintan sebagai Pusat Logistik Berikat atau area labuh jangkar Free Trade Zone (FTZ). Kebijakan ini langkah Pemerintah Pusat untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Upaya kami untuk menambah area labuh jangkar baru di Kepri direspon oleh Pemerintah Pusat. Tentunya ini menjadi spirit bagi PT Pelabuhan Kepri untuk membantu Pemerintah Daerah mengembangkan sektor maritim di Kepri,” ujar Capt Jauhari kepada Batam Pos, Minggu (13/11) di Tanjungpinang.

Menurut Jauhari, ijin bonded area sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Disebutkannya Jauhari untuk mengelelola sektor labuh jangkar tersebut, pihaknya tidak bekerja sendiri. Yakni melakukan kerjasama dengan investor. Karena mengingat masih terbatasnya kemampuan yang dimiliki pihaknya. Dijelaskannya, kapal-kapal yang akan melakukan labuh jangkar di Tanjungberakit khusus kapal pengangkut minya dan gas (migas).

“Investor kita Inggris, mereka yang mencari market dan pasarnya. Sejauh ini sudah ada dua kapal yang labuh jangkar disana. Migas yang dibawa adalah dari luar untuk keluar,” papar Capt Jauhari.

Masih kata Jauhari, penetapan Tanjungberakit sebagai area labuh jangkar FTZ merupakan yang pertama di Indonesia. Karena selama ini, kawasan FTZ ditetapkan di darat seperti Batam. Disinggung berapa potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa disumbangkan dari sektor labuh jangkar tersebut. Jauhari mengatakan belum bisa mempredeksikan hal itu.

“Karena baru diberlakukan, tentu bisa bisa menjadi acuan. Apalagi hanya kapal khusus migas, istilahnya seperti transit. Tetapi bisa melakukan penumpukan migas untuk waktu dua tahun,” jelasnya.

Ditambahkannya, karena tidak adanya bea masuk. Sektor yang menjadi andalan untuk mengerek pendapatan adalah melalui labuh jangkar, tunda dan pemanduan kapal. Jauhari berharap, terbukanya laluan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi sektor-sektor yang lain. Seperti logistik, bunker dan sebagainya.

“Kita bertekad untuk menjadikan Tanjungberakt sebagai pilot project untuk area labuh jangkar FTZ,” tutup Jauhari.(jpg)

Respon Anda?

komentar