Tedjo Edhi: TNI Alat Negara, Bukan Alat Kekuasaan

1108
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo menunjukkan pasukan TNI kepada Jokowi yang saat aksi 4/11 berperan penting menjaga keamanan pada unjuk rasa Bela Islam pekan lalu. Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo menunjukkan pasukan TNI kepada Jokowi yang saat aksi 4/11 berperan penting menjaga keamanan pada unjuk rasa Bela Islam pekan lalu. Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS

batampos.co.idRoadshow Presiden Joko Widodo ke berbagai pihakĀ  usai demonstrasi besar-besaran umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia pada 4 November 2016 yang menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktof Basuki T Purnama alias Ahok diadili dalam kasus dugaan penodaan Alquran, menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno. Menurutnya, langkah Jokowi mendatangi markas-markas TNI merupakan hal wajar. Tak ada hal yang perlu dipersoalkan dengan roadshow Jokowi ke markas tentara tersebut.

“Kemarin presiden datang ke Kopasuss, ini seolah-olah dimasalahkan ada apa-apa, padahal tidak. Sah-sah saja,” katanya dalam diskusi bertema TNI dan Polri, Alat Negara atau Alat Kekuasaan? (Membedah Wacana Pergantian Panglima TNI Dan Kepala Polri Sebelum Masa Pensiun) di Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Karenanya Tedjo menegaskan, kunjungan Presiden Jokowi ke markas TNI dan Polri hendaknya tidak diartikan sebagai upaya untuk menghadapi ormas Islam yang menuntur Ahok diadili.

“Jangan. Itu hak beliau (mengunjungi markas TNI dan Polri),” kata Tedjo lagi.

Hanya saja Tedjo juga mengingatkan, UUD 1945 mengatur bahwa Presiden RI merupakan pemegang kekuasaan tertinggi TNI AD, Angkatan Udara, Angkatan Laut. Rujukannya adalah Pasal 10 Undang-Undang Dasar 1945.

“Kalau disebut presiden panglima tertinggi itu tidak benar. Yang benar adalah pemegang kekuasaan tertinggi sesuai pasal 10 UUD 45,” kata mantan kepala staf TNI Angkatan Laut itu.

Dalam kesempatan itu Tedjo juga mempertegas bahwa TNI adalah alat negara. “TNI bukan alat kekuasaan,” tegasnya.

Ya, Jokowi memang tak hanya mendatangi kantor PBNU dan Muhammadiyah ataupun mengundang para ulama ke Istana Negara. Sebab, mantan gubernur DKI itu juga mendatangi Markas Besar TNI AD, Markas Kopassus, Marinir dan Brimob.

Dalam beberapa kali kunjungan ke markas-markas angkatan bersenjata, Jokowi menegaskan bahwa posisinya merupakan Panglima Teringgi TNI. Jokowi selalu mengulangi pernyataannya bahwa sebagai presiden merupakan Panglima Tertinggi TNI. (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar