Tolak UWTO, Nagoya & Jodoh Lengang, Toko Ramai-Ramai Tutup

1056
Pesona Indonesia
Sejumlah toko di kawasan Nagoya dan Jodoh memilih tutup sebagai bentuk protes kenaikan tarif UWTO. Foto: eggi/batampos
Sejumlah toko di kawasan Nagoya dan Jodoh memilih tutup sebagai bentuk protes kenaikan tarif UWTO. Foto: eggi/batampos

batampos.co.id – Pemilik toko di kawasan bisnis Nagoya, Jodoh, dan sekitarnya ramai-ramai menutup toko mereka sejak, Senin pagi (14/11/2016).

Penutupan toko ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemberlakukan tarif baru uang wajib tahunan Otorita (UWTO) yang kini sudah diberlakukan BP Batam.

Namun, penutupan toko-toko tersebut tidak sampai melumpuhkan Batam karena sejumlah toko sembako masih terlihat tetap buka, khususnya di luar kawasan Nagoya dan Jodoh.

Pasar pagi Tos 3000 yang merupakan pasar teramai di Batam masih tetap menggeliat dari sejak dini hari.

Fandi, salah satu pemilik toko mengatakan ia menutup tokonya setelah mendapatkan brosur penolakan UWTO. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas penolakan tarif baru UWTO.

“Saya juga sangat tak setuju dengan kenaikan UWTO,” ujar pemilik toko elektronik di pertokoan Bumi Indah, Nagoya.

Penutupan toko ini direncanakan bakal berlangsung selama tiga hari. (eggi/nur)

Respon Anda?

komentar