Waspadai Perintah Pembunuhan Mengatasnamakan Habib Rizieg dan Munarman

1098
Pesona Indonesia
Habib Rizieq saat memimpin aksi damai atas dugaan penistaan Alquran oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Foto: JPG
Habib Rizieq saat memimpin aksi damai atas dugaan penistaan Alquran oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Foto: JPG

batampos.co.id – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan Korlap Aksi Damai 4 November 2016, Munarman, meminta masyarakat mewaspadai pesan demo maupun pembunuhan yang mengatasnamakan keduanya. Pasalnya, nomor HP (handphone) kedua petinggi FPI ini dikloning orang tidak bertanggung jawab.

Selain Habib Rizieq dan Munarman, nomor HP sejumlah pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) juga dikloning. Karena itu, Habib Rizieq menegaskan tidak bertanggung jawab jika ada perintah aneh-aneh, seperti ajakan demo dari nomornya.

“Saya sama Pak Munarman sudah jarang sekali menggunakan SMS, kebanyakan WA (WhatsApp). Itu di SMS ada 320 lebih SMS, yang begitu saya baca, saya gak nyambung,” ujar Habib Rizieq saat melakukan konfrensi pers.

Menurut Habib Rizieq, SMS itu mengesankan bahwa dia mengirimkan pesan pendek kepada ratusan orang melalui nomor kontaknya. Padahal, dia sendiri tidak pernah mengirim SMS tersebut.

“Mengesankan bahwa saya mengirim SMS kepada yang bersangkutan dan yang bersangkutan menjawab. Jadi tau-tau masuk, ini nomor siapa ya? kok ngajak-ngajak saya demo?” tambah Habib Rizieq diamini Munarman.

Dikatakan Habib Rizieq, dari 320 lebih balasan SMS yang masuk ke nomor HP miliknya, tak satu pun yang dia kenal.

“Jadi gak ada yang terdeteksi punya nama. Berarti ini peristiwa bukan hanya ke Pak Munarman. Jadi, ada operasi ini,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq mengingatkan agar tidak mempercayai SMS dari nomor HP miliknya, begitu pula dengan SMS dari nomor HP Munarman serta para pimpinan GNPF MUI. Sebab, bukan tidak mungkin nomor mereka dimanfaatkan untuk memerintahkah hal-hal yang melanggar hukum, padahal itu dikloning.

“Sistem kloning itu memang ada. Jadi, nomor kami dikloning oleh pihak tertentu dan nomor itu digunakan untuk mengirim SMS kepada orang lain. Dan nomor (yang muncul) di handphone yang bersangkutan adalah nomor kami,” imbuh Habib Rizieq.

“Itu bahaya. Kalau nanti perintahnya umpamanya pembunuhan, pengeboman, penghasutan dan lain sebagainya. Akhirnya nanti kami yang bisa dituduh,” tegas Habib Rizieq.

Karena itu, lanjut Habib Rizieq, dia bersama seluruh ulama, tokoh, habaib, khususnya pimpinan GNPF menegaskan tidak bertanggung jawab kalau ada SMS yang nyasar ke nomor siapa pun yang isinya tidak sesuai dengan perintah mereka.

Juru Bicara FPI Munarman menyampaikan hal serupa. Munarman mengatakan bahwa pada saat demo 4 November 2016 lalu, nomor HP miliknya mengirimkan SMS tanpa sepengetahuan dirinya.

SMS pertama beredar pada pukul 15.38 WIB. SMS itu bertuliskan, “Ass.wr.wb Korlap/korwil/satgas/ikhwan shabat pembela Islam agar mlewati rute jalur juanda, krna medan merdeka slatan(depan DKI) sdh sesak. -Munarman-“

SMS kedua muncul pada pukul 16.13 WIB yang isinya, “Ass.wr.wb Korlap/korwil/satgas/ikhwan shabat pembela Islam II massa dialihkan kmbali ke Mesjid istiqal utk ibdah sholat ashar & mngambil mkanan. -Munarman-“

Munarman menegaskan bahwa dia seolah-olah mengirim SMS kepada orang lain. Padahal dia tidak pernah mengirimkan pesan tersebut.

“Nomer saya dan Habib Rizieq dikloning pihak tidak bertanggung jawab dan banyak SMS yang tidak pernah saya tulis, beredar. Isinya tentang aksi yang tidak jadi, sampai hujatan kepada penganut agama lain. Dengan ini saya nyatakan jika ada SMS atas nomer saya yang berisi aneh-aneh, saya tidak pernah menulisnya,” imbuh Munarman.

Berikut video Habib saat konferensi pers tentang nomor HP miliknya dan Munarman dikloning pihak tertentu:

(one/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar