Diduga Pungli, Pejabat BPN Diperiksa

650
Pesona Indonesia
Pengurusan Sertifikat Tanah rawan pungli. Foto: istimewa
Pengurusan Sertifikat Tanah rawan pungli. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kepri, Syafriman, memerintahkan Kepala Kantor BPN Kota Tanjungpinang, untuk memeriksa JR, oknum pegawai yang menjabat sebagai Plh kasi pengukuran dan pemetaan, yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada pemohon yang mengurus sertifikat tanah.

”Sudah saya perintahkan atasannya langsung untuk memanggil oknum itu dan warga yang dipungut biaya diluar ketentuan. Hal ini biar balance kami dengar dari kedua belah pihak,” ujar Syafriman, Senin (14/11/2016).

Dikatakan Syafriman, jika nantinya setelah dilakukan pemeriksaan dan benar oknum itu melakukan pungli. Pihaknya, akan memberikan sanksi mencopot jabatannya.

”Sanksi pasti ada, tapi harus sesuai aturan yang ada. Copot dari jabatannya sudah sanksi paling berat itu,” kata Syafriman.

Dijelaskan Syafriman, pihaknya tidak akan membela pegawainya yang berbuat diluar ketentuan. Sebab, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran agar tidak melakukan pungli.

”Surat edarannya sudah 10 hari yang lalu saya keluarkan. Yang jelas saya bertugas di Kepri ini tidak ada kepentingan lain. Yang saya mau bagaimana pelayanan di BPN saat ini baik dan bagus,” sebutnya.

Terpisah, Kepala BPN Kota Tanjungpinang, Darajat Muhammad Jaelani, mengatakan pihaknya akan memanggil kedua belah pihak yakni oknum yang diduga melakukan pungli dan pemohon yang dimintai biaya diluar ketentuan tersebut.

”Kalau tidak ada halangan, Jumat nanti kami konfirmasi ke kedua belah pihak. Nanti saya tanya kembali gimana ceritanya dugaan pungli itu,” ujarnya.

Dikataknnya, jika nanti setelah dilakukan pemeriksaan dan memang benar adanya pungli yang dilakukan oknum tersebut. Maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Kanwil BPN Kepri.

”Hasilnya nanti kami serahkan ke Kanwil. Karena kewenangannya ada disana. Sanksi yang berhak memutuskan ya Kanwil,”ucapnya. (ias)

Respon Anda?

komentar