Dinkes Natuna Perketat Izin Depot Air Minum

417
Pesona Indonesia
Air minum isi ulang. Foto: istimewa
Air minum isi ulang. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Erson Gempa menegaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus menertibkan usaha penjualan air minum isi ulang di Natuna.

Pasalnya, banyak depot air isi ulang tidak memenuhi standar kesehatan yangtelah ditetapkan Departemen Kesehatan RI. Jika dibiarkan, berpotensi membuat kesehatan konsume Menyebabkan berbagai keluhan konsumen masyarakat.

Saat ini kata Erson, di Ranai saja terdapat 33 usaha depot air minum isi ulang didata Dinas Kesehatan. Namun masih terdapat empat usaha depot air isi ulang tidak memenuhi standar laik konsumsi.

Empat depot air minum ini tegasnya, masih terus diawasi. Jika tidak patuh, maka usaha depot air minum akan ditutup.

“Kami berikan waktu satu bulan, depot air minum yang bandel akan ditutup,” tegas Erson.

Sejauh ini kata Erson, upaya menertibkan menertiban dot air mknum isi ulang tidak terdapat kendala. Pemerintah Daerah mengharapkan, air isi ulang yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan.

Menurut petugas kesehatan di lapangan, pemeriksaan kelayakan depot air minum isi ulang kini rutin dilaksanakan. Untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat penuhi standar kesehatan.

“Pengambilan sempel air minumnya rutin setiap bulan. Untuk memastikan kelayakan bisa dikonsumsi atau tidak,” ujar Irvan.

Diakui Irvan, persoalan yang dikeluhkan pelaku usaha adalah di Natuna tidak ada laboratorium mengeluarkan hasil sampel air minum. Sehingga harus dikirim ke Batam.

“Sekarang biaya pemeriksaan sampek air minum ditanggung pemilik depot. Kalau biaya lab nya murah, tapi harus diambil ke Batam. Sekarang bisa nitip ke petugas kesehatan kalau berangkat ke Batam,” ujar Ìrvan. (arn)

Respon Anda?

komentar