Gelar Perkara Kasus Ahok Masih Berlangsung, Sejumlah Pelapor DilarangMasuk

475
Pesona Indonesia
Susana gelar perkara kasus Ahok di Mabes Polri, Selasa (15/11/2016). Foto: yudha/pojoksatu
Susana gelar perkara kasus Ahok di Mabes Polri, Selasa (15/11/2016). Foto: yudha/pojoksatu

batampos.co.id – Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang dimulai pukul 09.00 hingga saat ini masih berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri.

Seperti diketahui, Ahok memilih tidak hadir dalam gelar perkara ini. Calon gubernur DKI nomor urut 2 tersebut memilih kampanye ketimbang menghadiri gelar perkara.

Tak hanya Ahok, ulama Mesir, Syeikh Mustofa Amru Wardhani juga tidak terlihat. Petinggi Lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir itu sedianya menjadi saksi meringankan Ahok. Namun, dia mendadak pulang ke Mesir dengan alasan keluarganya sakit.

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sudah tampak di lokasi. Ia yakin dalam gelar perkara hari ini, Ahok bakal jadi tersangka kasus penistaan agama.

“Insya Allah Ahok masuk penjara,” kata Habib Rizieq yang menjadi ahli agama dari pihak pelapor di Mabes Polri, Selasa (15/11/2016).

Keyakinan Habib Rizieq bahwa Ahok bakal jadi tersangka karena melihat kelengkapan saksi dan kekuatan argumentasi. Habib Rizieq yakin bila hasil gelar perkara hari ini berjalan baik.

Gelar perkara dipimpin Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto beserta jajarannya. Selain itu, hadir juga para ahli dari pihak pelapor dan terlapor.

Namun tidak semua boleh masuk. Bahkan, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir tak diizinkan mengikuti gelar perkara tersebut.

Sebelumnya, Mabes Polri juga mengusir Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) Munarman dari Rupatama.

Menurut Bachtiar, Bareskrim Polri hanya mengundang segelintir pelapor untuk mengikuti jalannya gelar perkara. Salah satu yang diundang adalah imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas.

“Pelapor yang diundang dari sebelas ini cuma satu atas nama FPI Jakarta, PP Muhammadiyah, dan kemudian dari elemen masyarakat,” kata Bachtiar di depan Rupatama Mabes Polri.

Dia menjelaskan, Bareskrim Polri tidak memberikan kesempatan ahli yang sudah hadir untuk memberikan pandangannya. Termasuk ahli dari pihak yang melaporkan Ahok.

“Semua saksi ahlinya tidak dipakai atau dipanggil. Padahal semuanya punya hak,” jelas dia.

Karenanya Bachtiar menilai gelar perkara yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto itu sudah tidak steril. Bahkan, kata dia, gelar perkara ini sudah bermuatan politis.

“Selama kepura-puraan ini terus berjalan dengan semua permainan politisasinya. Maka kami akan serahkan kepada umat apa reaksinya. Setelah gelar perkara ini akan rapat dan diumumkan rencana selanjutnya,” ujar dia. (mg4/jpnn/PS)

Respon Anda?

komentar