Kapolda Kepri Sebut Ada Mafia Lahan Terusik Tarif Baru UWTO

1077
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigus
Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigus

batampos.co.id – Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian merespon ancaman aksi sweeping toko dan demo protes tarif Baru UWTO di Batam yang berpotensi ricuh. Sam berjanji akan menerjunkan semua kekuatan jajarannya untuk mengantisipasi hal itu.

“Saya pertaruhkan jabatan untuk jaga kondisi Batam tetap kondusif,” kata Sam, Senin (14/11/2016).

Dalam kesempatan itu Sam juga mengancam akan menindak tegas setiap pelaku kerusuhan. Terutama kerusuhan yang berdampak luas pada sektor perekonomian di Batam.

Sam menduga, rentetan demo menolak tarif UWTO yang terjadi belakangan dan masih akan kembali digelar hingga beberapa hari ke depan, didalangi oleh pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan oleh kebijakan BP Batam. Beberapa di antaranya, sebut Sam, merupakan pengusaha dan mafia lahan yang terusik dengan tarif baru UWTO itu.

“Menguasai lahan yang banyak, lalu terusik dengan ketegasan pemerintah,” ungkapnya.

Menurut pandangan Sam, tarif baru UWTO atau sewa lahan di Batam sebenarnya tidak memberatkan bagi masyarakat luas. Terutama kalangan menengah ke bawah. Sebab tarif UWTO untuk permukiman sederhana cukup murah.

Karena itulah, Sam menuding demo yang digelar oleh sejumlah ormas dan LSM baru-baru ini merupakan pesanan dari pengusaha. “Jadi jangan mereka menari-nari di atas penderitaan orang lain,” tegasnya.

Sam juga mengimbau kepada pihak-pihak yang masih merencanakan demo menentang UWTO untuk tidak macam-macam. Sebab jika mereka membuat kerusuhan, dia memastikan para perusuh itu akan berhadapan langsung dengan aparat keamanan.

“Saya perintahkan tangkap dulu penyebar isunya,” tegasnya.

Sam menegaskan, pihaknya tidak akan setengah-setengah dalam menyikapi isu kerusuhan seperti ini. Sebab dia yakin, satu kerusuhan akan berdampak luas pada sektor lainnya, terutama ekonomi.

“Jangan cari panggung, hal-hal yang memicu masalah nasional,” ungkapnya.

Namun di satu sisi, Sam menyayangkan sikap BP Batam yang dinilai kurang komunikatif dan kooperatif. Menurut dia, BP Batam tidak seharusnya memaksakan kehendak dengan tarif baru UWTO itu. Jika ada yang keberatan, harusnya dibicarakan secara elegan.

Kepada masyarakat, Sam meminta agar tetap tenang dan tak terpengaruh dengan provokasi atau isu yang berkembang. “Laporkan bila ada provokator,” ucapnya.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, juga berjanji akan menindak tegas siapa saja yang melakukan aksi sweeping di pusat perbelanjaan.

“Jika ada yang melakukan sweeping atau kekerasan serta memaksa pemilik toko tutup, kita akan tindak tegas,” tegas Helmy.

Helmy menegaskan pihaknya akan menjaga keamanan dengan mengerahkan anggota untuk bersiaga dan berpatroli. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pemilik toko untuk tetap membuka usahanya.

“Kepada masyarakat saya minta jangan terpancing,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0316/Batam Letkol Inf Andreas Dwi Nanang menegaskan kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda untuk menjaga keamanan Batam. Sebab, keamanan sangat dibutuhkan untuk menjaga perekonomian di Batam.

“Bila kondisi keamanan wilayah diragukan maka investor makin takut datang ke Batam. Jadi mari kita jaga bersama-sama keamanan,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, aksi protes penolakan UWTO dengan aksi penutupan toko termasuk pemaksaan sekolompok massa bukan tindakan yang tepat. Sebab, akan menimbulkan rasa takut kepada para pedagang lainnya.

“Mari bertindak yang bijak dilandasi rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai bangsa yang bermartabat dan berideologi Pancasila,” tegasnya.

Andreas juga menghimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan penjagaan keamanan kepada instansi berwenang, khususnya kepada pihak kepolisian.

“Saat ini merupakan jaman menuju kemakmuran bersama. Percayakan kepada instansi berwenang dan ciptakan kedamaian,” paparnya. (ska/opi/bp)

Respon Anda?

komentar