Ketua ICMI Tak Rela Umat Islam Diajak Demo untuk Lengserkan Jokowi

556
Pesona Indonesia
Jimly Asshiddiqie. (foto: jpnn)
Jimly Asshiddiqie. (foto: jpnn)

batampos.co.id – ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, mengaku tidak rela jika aksi unjuk rasa untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok diadili dalam kasus dugaan penodaan agama justru ditumpangi agenda lain.

Kekhawatiran Jimly muncul karena kini sudah muncul rencana menggelar aksi demonstrasi untuk menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rencananya, akan ada unjuk rasa besar-besaran pada 25 November mendatang sebagai kelanjutan Aksi Bela Islam II yang digelar 4 November lalu.

Jimly justru menduga rencana aksi unjuk rasa pada 25 November nantu sudah bermuatan politis dan ditunggangi oleh okum yang tidak suka terhadap pemerintahan Jokowi. Agenda demo pun sudah bergeser.

“Saya sebagai ketua ICMI tidak rela jika umat Islam terjebak dalam adu domba untuk tujuan yang tidak konstitusional. Saya menganjurkan jangan lagi ada demo. Sebab tujuannya berpotensi menyimpang dari motivasinya yang semula,” kata Jimmly saat dihubungi wartawan pada Senin (14/11).

Pakar hukum tata negara itu menambahkan, kalaupun memang mau berunjuk rasa pada 25 November mendatang maka agendanya sebaiknya tetap meminta Ahok diadili. Karenanya, lanjutnya, jangan sampai aksi malah menyuarakan agenda lain termauk menurunkan Jokowi dari kursi kepresidenan.

Selain itu, Jimly juga menyarankan aksi demo pada 25 November mendatang tidak perlu besar-besaran.

“Kalau tetap demo, sebaiknya jangan lebih besar agar tidak dicurigai punya agenda untuk menjatuhkan presiden,” tandasnya. (cr2/JPG/fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar