Ini Zaman Digital, masih Ada Orang Kawin dengan Jin

317
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Meski sudah abat ke 21 dan saat ini ialah era digital yang berbau zaman batu masih saja ada.

Di Bogor, ada manusia yang berpoligami dengan bangsa jin.

Salah satu tepat berpoligami dengan jin yakni di Gunung Salak. Gunung dengan segudang keangkeran ini sering dijadikan ritual poligami manusia dengan jin.

Perkawinan kedua dengan jin ini dilakukan oleh orang-orang yang kepepet atau terdesak kebutuhan ekonomi. Selain itu, perkawinan manusia dengan jin ini juga kerap dilakukan untuk mendongkrak bisnis atau usaha seseorang agar lebih maju.

MetroSiantar pun mencoba menelusuri warga bogor yang berpoligami dengam jin melalui salah satu ahli superanatural yang tinggal di kaki Gunung Salak, Kamatan Cigombong.

Abah Anom Jaya (54) ia dipanggil. Lokasinya di barat daya dari pintu masuk pendakian Gunung Salak.

Setibanya di rumah Abah Anom Jaya, seperti pada umumnya, ia menyambut kedatangan tamunya dengan ramah. Kalimat dan kata-kata sambutan pun meluncur dari mulut pria paruh baya itu.

Dari mimik muka dan gaya bicaranya, Abah Anom Jaya nampak tak seperti orang pada umumnya.

Auranya nampak jelas bahwa pria berbaju putih itu memiliki ilmu klenik. Tak lama berbincang, penulis langsung mengutarakan maksud kedatangan.

Namun, belum sempat berkata, matanya langsung terpejam sambil berkata.

“Jangan sekarang. Bulan depan saja kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Ya, tidak sembarang waktu untuk bisa menikah dengan jin tersebut. Mereka yang ingin menikah dengan jin harus melihat tanggalan jawa.

Dimana pernikahan dimulai pada Rabu Pon, Kamis Wage hingga Jumat Kliwon. “Untuk menikah dengan putri jin, harus nunggu tanggalan, gak bisa sembarangan,” tuturnya.

Tak lama, matanya terbuka kembali. Obrolan pun kembali berlanjut. Sembari ditemani kopi dan sigaret, Abah menuturkan berbagai sayarat untuk menikahi seorang putri jin di Gunung Salak. Mulai dari kembang, minyak wangi, kelapa hijau hingga ayam bakar.

Selain syarat tersebut, satu syarat utama orang yang bisa dikawinkan dengan jin harus mempunyai pekerjaan atau kegiatan bisnis. Karena jin itu tidak mendatangkan uang secara langsung.

“Harus sudah bekerja atau punya usaha walaupun cuma dagang. Jin itu akan membantu mencari uang dari apa yang kita kerjakan,” tuturnya.

Terkait kemusrikan, Abah tidak sependapat. Perkawinan ini hanya sebatas usaha manusia untuk memperbaiki kehidupannya.

“Soal musrik atau tidak itu yang di atas yang tahu. Ini hanya salah satu ikhtiar manusia saja,” imbuhnya.

Menurutnya, yang melakukan pernikahan dengan jin ini berasal dari Bogor, Jakarta dan Bandung. Mereka yang melakukan semuanya sudah beristri.

“Abah sudah menikahkan lebih dari 130 orang. Semuanya sudah beristri. Dan alhamdulilah semuanya sukses,” jelasnya. (Muhamad Arif Al Fajar/all/yuz/JPG/sdf)

Respon Anda?

komentar