Ahok Tersangka, Jokowi: Polisi Sudah Bekerja Profesional

316
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo. Foto: JPG
Presiden Joko Widodo. Foto: JPG

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo menilai kepolisian telah bekerja cepat, transparan, dan profesional dalam penetapan tersangka atas mantan koleganya di DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Hal ini dikatakan Jokowi melalui Juru Bicara Presiden Johan Budi, merespon penetapan Ahok sebagai tersangka, Rabu (16/11/2016).

“Sudah memenuhi kaidah-kaidah yang diperlukan–transparan, adil, dan profesional,” ujar Johan.

Menurut Johan, Jokowi meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang dan akan dilakukan Kepolisian. Menurutnya, masyarakat kini hanya bertugas mengawasi proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Maksimus Ramses Lalongkoe, menilai penetapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki T. Purnama, sebagai tersangka mampu meredam potensi gejolak massa.

“Dengan ditetapkan beliau (Ahok, red) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama bisa meredam gejolak massa,” ucap Ramses di Jakarta, Rabu (16/11).

Menurut Ramses yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, penetapan Ahok sebagai tersangka jelas ada yang puas dan ada pula yang tidak menerimanya. Ada yang melihat dari perspektif hukum ada pula yang melihat dari perspektif politik. Apalagi kasus yang menimpa mantan Bupati Belitung Timur ini terjadi saat pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Dari perspektif politik, lanjut Ramses, tensi politik pilkada DKI Jakarta akan semakin menurun pasca penetapan Ahok sebagai tersangka. Artinya dari kondisi yang cukup panas belakangan ini bisa menjadi sedikit hening karena tuntutan hukum terhadap Basuki Purnama mulai terpenuhi melalui tahapan proses hukum, meskipun seseorang menjadi tersangka belum tentu menjadi terdakwa dan seseorang menjadi terdakwa belum tentu menjadi terpidana.

Ramses berharap publik Indonesia harus menerima dengan lapang dada terhadap keputusan polisi hari ini. Masyarakat juga khususnya masyarakat Jakarta harus menjaga pelaksanaan pesta demokrasi ini secara bersama-sama dan membiarkan polisi bekerja di atas fakta tanpa terus melakukan upaya tekanan dengan mengerahkan massa.(cnnindonesia/jpnn)

Respon Anda?

komentar