Bareskrim Janji Percepat Penyidikan Kasus Ahok

196
Pesona Indonesia
Basuki Tjahaja Purnama saat Blusukan ke Jalan Raya Tanjung Barat, Gang Langgar, Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto:  SURYA KAWUNG/JAWAPOS.com
Basuki Tjahaja Purnama saat Blusukan ke Jalan Raya Tanjung Barat, Gang Langgar, Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: SURYA KAWUNG/JAWAPOS.com

batampos.co.id – Setelah menetapkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama, Bareskrim Polri berjanji akan mempercepat pemberkasan kasus tersebut.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, mulai hari (16/11/2016) ini akan diterbitkan surat perintah penyidikan. Tim penyidik akan bekerja melakukan penyidikan.

“Kemudian meneruskan perkaranya ke jaksa penuntut umum secepatnya,” kata Ari di Mabes Polri, Rabu (16/11/2016).

Selama proses penyidikan, Ahok dipastikan tidak ditahan karena pertimbangan objektif dan subjektif berdasarkan KUHAP.

Namun, mantan anggota Komisi II DPR itu dicegah bepergian ke luar negeri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sejak 14 hingga 21 Oktober 2016 tim sudah bekerja dari awal.

Meskipun ada dua surat telegram Kapolri yang intinya memerintahkan agar kasus yang melibatkan pasangan calon yang sudah mendaftarkan diri, ditunda sampai proses pilkada selesai.

Hal itu agar Polri tidak menjadi alat dalam menjatuhkan sosok. Namun, Tito menegaskan, melihat sensitifnya kasus ini maka dia memerintahkan Kabareskrim melakukan langkah penyelidikan dengan maraton.

Setelah penetapan tersangka, Polri menyatakan tidak perlu berkoodinasi dengan KPU.

“Ini domain hukum di luar konteks pidana yang berhubungan dengan pilkada,” kata Tito di Mabes Polri, Rabu (16/11). (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar