Ditetapkan Tersangka, Ahok Bakal Ajukan Prapradilan, Bareskrim Siap Hadapi

401
Pesona Indonesia
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Foto: Miftahul Hayat/jawapos
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Foto: Miftahul Hayat/jawapos

batampos.co.id – Ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama Islam oleh Bareskrim Mabes Polri, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana mengajukan prapradilan.

“Kalau saya pribadi sih (ingin) praperadilan supaya bisa langsung bisa live,” ucap Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Kendati demikian, Ahok mengaku belum bisa memastikan secara detail praperadilan yang akan dia ajukan. Praperadilan, kata dia, akan diajukan oleh tim kuasa hukumnya.

“Saya enggak tahu apakah langsung ke jaksa atau ke pengadilan karena ada plus minusnya juga kan,” terang Ahok.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul menerangkan praperadilan diserahkan ke bagian hukum tim pemenangan. Namun sejauh ini belum ada pembicaraan soal praperadilan.

“Semua tergantung tim kuasa hukum nanti. Ada pak Sirra yang akan memimpin,” ujar Ruhut.

Terkait rencana prapradilan tersebut, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menerangkan siap menghadapinya. Bahkan Ari mengatakan jauh sebelum mereka menaikan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, segala kesiapan sudah dilakukan. Termasuk praperadilan yang merupakan hak dari tersangka.

“Yang pasti harus siap,” kata Ari Dono ketika ditanya kesiapan bilamana diajukan praperadilan oleh Ahok.

Namun sejauh ini, Polri baru melakukan pencekalan agar Ahok tidak keluar negeri. Namun untuk penahanan, ini tidak dilakukan oleh Polri, mengingat Ahok adalah pejabat, dan tidak diharuskan ditahan.

Apalagi, Ahok disangkakan Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama. Di mana pasal itu hanya memiliki ancaman maksimal selama lima tahun penjara. Yang artinya Ahok bisa tidak ditahan meski berstatus tersangka. (JPG)

Respon Anda?

komentar