Ditetapkan Tersangka, Ini Kata Ahok

5120
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alais Ahok dan staf khususnya, Sunny Tanuwidjaja saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7). Foto: Ricardo/JPNN.Com
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alais Ahok dan staf khususnya, Sunny Tanuwidjaja saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7).
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka.

Hasil gelar perkara itu disampaikan langsung oleh Kabareskrim Komnjen Pol Ari Dono Rabu (16/11/2016) pagi di Mabes Polri.

Kabar itu pun langsung didengar oleh calon gubernur yang akrab disapa Ahok itu. Ya, pada Rabu pagi ini Ahok, sedang berada di Rumah Lembang.

Bagaimana dengan sikap calon yang akrab disapa Ahok? Ternyat incumbent merasa senang bila status tersangka disematkan kepada dirinya karena dugaan kasus penistaan agama.

Menurutnya, dengan penetapan tersangka itu, kasusnya tersebut akan berlanjut ke pengadilan. Dengan demikian, proses persidangan akan dibuka dan berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.

Karena itu, Ahok berpendapat bahwa dia mesti berjuang di Pilkada. Kendati sedang disidang.

“Kalau memang ditentukan saya tersangka pun proses pemilihan masih berjalan kita akan fight di pengadilan seperti kasus reklamasi, sumber waras,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Melalui pengadilan, kata Ahok, semua orang dapat melihat dan menonton jalannya persidangan. Dan baginya, hal itu sangat menarik.

“Bisa bayangin enggak malunya kita ditersangkain eh kita menang satu putaran (di Pilkada). Malu dia. Kita harus fight. Kita cuma butuh 50 persen plus 1,” paparnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian ikut menanggapi status Ahok.

“Hasil gelar perkara dan kesimpulan yang disampaikan Kabareskrim (Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka). Saya menghormati apa yang dilakukan penyidik sesuai dengan undang-undang,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar