Jadi Tersangka, Ahok Tak Ditahan, Ini Pebelaan Kapolri

426
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Tom Heneghan/reuters
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Tom Heneghan/reuters

batampos.co.id – Status tersangka yang disematkan Bareskrim Mabes Polri terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tak lantas membuat penyidik langsung menahan Ahok.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, alasan penyidik belum menahan Ahok karena penyidik belum menemukan dua syarat objektif untuk menahan Ahok.

“Karena harus dua syarat objektif bahwa di kalangan penyidik harus ada pendapat mutlak kalau itu unsur tindak pidana. Dalam gelar perkara kemarin terlihat jelas perbedaan pendapat ini mempengaruhi penyelidik jadi pecah enggak bulat,” kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Rabu (16/11/2016).

Lanjut kata Tito, penahanan tidak dilakukan karena Bareskrim menganggap tersangka cukup kooperatif. Apalagi, Ahok hadir dalam pemeriksaan tanpa harus dipanggil paksa.

“Kedua, penahanan bisa lakukan bukan karena UU ketika faktor kekhawatiran dalam kasus ini Kabareskrim laporkan yang bersangkutan cukup kooperatif,” ujar dia.

“Ketiga posisi calon Pilkada dan Gubernur jadi kecil buat lari tapi antisipasi putuskan cekal mohon maaf misalkan keluar negeri polisi disalahkan,” timpal Tito.

Tito meminta, semua pihak tidak perlu khawatir Ahok bakal menghilangkan barang bukti. Ditegaskan dia, semua alat bukti semisal video sudah ada ditangan penyidik.

Diketahui, Bareskrim Polri resmi tetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Ahok sendiri dijerat Pasal 156 a KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar